JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Memburuknya bencana kabut asap di Provinsi Jambi kini mulai disertai dengan keluhan masyarakat terkait munculnya partikel debu yang beterbangan menyerupai abu.
Menanggapi fenomena tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Jambi, Arief Munandar, menyatakan bahwa pihaknya membutuhkan waktu untuk meneliti indikator partikel abu tersebut karena tidak bisa sekadar diukur melalui pengamatan visual semata.
"Saya minta waktu besok ya, karena ini tidak bisa kita nilai pakai mata saja, harus pakai alat. Coba besok saya cek sama orang yang ahli," ujar Arief.
Meski masih menunggu hasil pengecekan alat, Arief tak memungkiri bahwa kondisi kabut asap pada pagi, siang, hingga sore hari ini terlihat sangat parah. Ia menegaskan bahwa secara logika, ketika status kualitas udara sudah masuk ke level berbahaya, hal tersebut sudah pasti mengindikasikan tingginya volume debu dan partikel di udara.
Buruknya kondisi tersebut terkonfirmasi oleh data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) per 30 September 2026 pukul 06.00 WIB, di mana parameter kritis yang mendominasi pencemaran di Jambi adalah partikel PM2.5.
Kondisi udara paling ekstrem tercatat di Kabupaten Muaro Jambi dengan angka ISPU menyentuh 325, yang masuk dalam kategori Berbahaya. Arief juga secara langsung membenarkan temuan tersebut dengan menyatakan bahwa angka ISPU di Muaro Jambi memang telah mencapai level 300.
Sementara itu, di wilayah Kota Jambi, berdasarkan pemantauan stasiun Jambi Paal Lima, angka ISPU tercatat di level 256 atau berstatus Sangat Tidak Sehat. Status pencemaran ini berisiko tinggi meningkatkan masalah kesehatan bagi populasi yang terpapar.
Di wilayah lain, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Muara Sabak mencatatkan ISPU di angka 179 dengan status Tidak Sehat. Sebaliknya, kualitas udara di Kabupaten Tebo masih relatif aman dengan angka ISPU 75 atau kategori Sedang.
Ardiansyah warga Kota Jambi mengaku kaget melihat udara yang nampak abu kecil berterbangan yang bisa dilihat kasat mata. Ia meminta pemerintah segera bertindak memitigasi dampak dilangit Jambi.
"Berterbangan dan agak sesak makin parah asap ini. Jangan seperti Provinsi di Kalimantan yang langitnya jadi gelap di pagi hari pemerintah harus bertindak mudah-mudahan bisa ada hujan buatan ataupun hujan alami yang turun di langit Jambi," harapnya.
(aan)
