iklan Satgas Karhutla Jambi Siapkan Hujan Buatan 1-4 Oktober 2026
Satgas Karhutla Jambi Siapkan Hujan Buatan 1-4 Oktober 2026

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk membantu mengatasi karhutla.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan langkah tersebut dilakukan karena kondisi karhutla dan kualitas udara di Jambi menjadi perhatian serius. Berdasarkan pemantauan terbaru, terdapat sekitar 500 hotspot yang terdeteksi di sejumlah wilayah.

BACA JUGA: Situasi Karhutla Jambi, 10.742 Hotspot Terdeteksi Sepanjang 2026, 86 Kasus Masuk Penegakan Hukum

“Titik panas hari ini masih sekitar 500-an. Yang terbanyak di wilayah Tanjung Jabung Timur,” kata Al Haris usai melakukan rapat evakuasi penanganan Karhutla di Posko Bencana Provinsi Jambi, Rabu (30/09/2026).

Selain hotspot, Satgas juga masih menangani sejumlah titik api. Saat ini tercatat tujuh titik api yang masih dalam proses pemadaman dan pendinginan oleh tim di lapangan.

BACA JUGA: ISPU Tembus 267, Langit Kota Jambi Menguning, Warga Mulai Cemas

Berdasarkan informasi BMKG, lanjut Al Haris kondisi atmosfer mulai mendukung pelaksanaan OMC. Sejumlah benih awan diperkirakan mulai tersedia sehingga dapat dimanfaatkan untuk memicu turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.

“Rencana kami tanggal 1 Oktober kita akan OMC sampai tanggal 4 Oktober,” jelas Al Haris kepada awak media.

Selain OMC, Satgas Karhutla juga menyiapkan helikopter water bombing. Operasi pemadaman dari udara akan dilakukan ketika kondisi jarak pandang sudah memungkinkan bagi helikopter untuk beroperasi.

BACA JUGA: Dua Penerbangan Jakarta-Jambi Tertunda Akibat Jarak Pandang Terbatas Dampak Asap

Al Haris memastikan personel Satgas tetap bersiaga di lokasi-lokasi yang terdapat titik api. Tim juga terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali meluas. “Alatnya banyak sudah. Lebih dari 15, yang di sana saja 12, ditambah tiga,” ujarnya.

Penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Berbak-Sembilang menjadi salah satu tantangan karena kondisi medan yang berupa belantara dan sulit dijangkau. Tebalnya asap juga menjadi kendala dalam pelaksanaan pemadaman menggunakan water bombing.(aan)


Berita Terkait



add images