iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARATEBO – Seorang oknum guru di salah satu sekolah dasar (SD) negeri di Kabupaten Tebo, Jambi, diduga melakukan tindakan pelecehan terhadap sejumlah murid. Dugaan tersebut kini tengah ditindaklanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tebo.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, dugaan tersebut melibatkan beberapa murid, di antaranya dua anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Persoalan ini kemudian menjadi perhatian wali murid dan masyarakat setempat.

BACA JUGA: 7 Kandidat Calon Dirut Perumda Tirta Sakti, Calon Eksternal Dinilai Minim Pengalaman

Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, persoalan tersebut telah diketahui sejumlah warga di desa setempat. Bahkan, sempat dilakukan pertemuan di salah satu rumah untuk membahas dugaan tersebut.

Warga berharap pihak kepolisian dapat mengusut informasi tersebut secara menyeluruh sehingga fakta sebenarnya dapat diketahui melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan hukum.

BACA JUGA: Bayi Laki-Laki Ditemukan Terbungkus Kain di Depan Rumah Warga Dendang, Polisi Selidiki Orang yang Meninggalkannya

“Harapan kami pihak kepolisian segera menindaklanjuti persoalan ini. Informasinya anak yang diduga menjadi korban juga sudah tidak bersekolah lagi,” ujar warga tersebut.

Ia juga berharap identitas anak yang diduga menjadi korban tetap dirahasiakan dan proses penanganannya dilakukan dengan mengutamakan kepentingan serta keselamatan anak.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Very membenarkan bahwa Unit PPA Satreskrim Polres Tebo telah melakukan pemeriksaan terhadap anak yang diduga menjadi korban.

“Untuk korban sudah diperiksa oleh Unit PPA Reskrim Tebo, dan selanjutnya kita akan meminta keterangan Kepala Sekolah dan oknum guru tersebut,” kata AKP Very saat dikonfirmasi.

BACA JUGA: Polsek Telanaipura Ringkus Sejoli Diduga Pelaku Curanmor, Motor Dijual Lewat Facebook

Ia menambahkan, pemeriksaan terhadap kepala sekolah dan guru yang bersangkutan dijadwalkan dilakukan pada Jumat untuk mendapatkan keterangan terkait dugaan tersebut.

Terpisah, kepala sekolah dari SD yang bersangkutan membantah adanya dugaan pelecehan sebagaimana informasi yang beredar di tengah masyarakat. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar.

Polisi masih melakukan proses pemeriksaan untuk memastikan fakta dan kronologi sebenarnya. Hingga proses tersebut selesai, seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta perlindungan terhadap identitas anak yang diduga menjadi korban.


Berita Terkait



add images