JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Penurunan debit air sungai akibat kemarau berdampak pada terhentinya aktivitas pelayaran dari Pelabuhan Talang Duku menuju kawasan hulu. Kendati demikian, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Talang Duku memastikan aktivitas pelayaran dari pelabuhan menuju luar (hilir) tetap beroperasi secara normal.
Kepala KSOP Kelas III Talang Duku, Prihartanta Eka Budi, mengonfirmasi bahwa kapal jenis tugboat maupun tongkang masih dapat bersandar dengan aman di Pelabuhan Talang Duku. Namun, rute menuju hulu sungai saat ini sama sekali tidak dapat dilalui.
BACA JUGA: Honda ST125 Dax Terbaru Hadir dengan 2 Warna Baru, Intip Spesifikasinya
"Tapi memang dari Pelabuhan Talang Duku ke hulu, itu sudah tidak bisa dilewati sama sekali karena debit airnya sudah sangat surut sekali," kata Prihartanta kepada Jambi Ekspres (23/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa kondisi penyusutan debit air sungai ini telah berlangsung sejak bulan Juni atau Juli lalu.
Meskipun rute hulu terputus, Prihartanta memastikan bahwa terhentinya jalur tersebut tidak memberikan dampak ekonomi yang parah. Ia menyebutkan memang ada efek terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), namun jumlahnya relatif kecil. "Dampak terkait dengan penerimaan negaranya agak sedikit berkurang, tapi tidak signifikan," ungkapnya.
BACA JUGA: Bidhumas Polda Jambi Gelar Bimtek Fotografi dan Videografi, Perkuat Kompetensi Kehumasan Personel
Hal tersebut dikarenakan lalu lintas kapal dari Pelabuhan Talang Duku menuju luar atau perairan hilir masih berjalan sangat lancar tanpa kendala. Berdasarkan data KSOP, tingkat pergerakan kapal yang keluar dari pelabuhan tersebut masih berada di kisaran 200 kapal setiap bulannya.
Ratusan kapal tersebut mayoritas mengangkut berbagai komoditas penting dari Jambi. Komoditas utama yang dikirimkan meliputi batu bara, kelapa sawit, cangkang sawit, hingga batu pasir.
BACA JUGA: Polda Jambi Gelar Apel Operasi Jaran Siginjai 2026, Tekan Tindak Pidana Curanmor
Pihak KSOP kini menantikan perubahan cuaca agar jalur logistik dari kawasan hulu dapat kembali beroperasi penuh. "Kita berharap bahwa biasanya siklusnya nanti bulan November, Desember sudah mulai naik (airnya), jadi untuk barang-barang logistik dari hulu bisa sampai ke Talang Duku," pungkasnya. (aan)
