JAMBIUPDATE.CO, BATANG HARI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang Hari mencatat sebanyak 35 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batang Hari, Zuhrotua Sa'adah mengatakan kasus DBD tersebut tersebar di sejumlah wilayah dengan jumlah tertinggi terjadi pada Juli 2026.
BACA JUGA: Motif Penganiayaan yang Tewaskan Brigadir EWS Masih Misterius, Polda Jambi Dalami Penyidikan
“Januari ada tiga, Februari dua, Maret kosong, April empat, Mei sembilan, Juni empat, dan Juli 13 kasus. Totalnya 35,” katanya.
Meski saat ini terjadi peningkatan kasus pada Juli, ia menyebut kondisi DBD di Kabupaten Batang Hari masih tergolong stabil. Bahkan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kasus disebut mengalami penurunan.
BACA JUGA: HUT RI ke-81, 390 Napi Lapas Narkotika Muara Sabak Dapat Remisi, Enam Langsung Bebas
Selain itu, Ia juga memastikan seluruh pasien yang sempat menjalani perawatan telah dinyatakan sembuh. Rata-rata pasien menjalani perawatan sekitar satu minggu.
Dari 35 kasus itu, mayoritas penderita merupakan masyarakat usia produktif atau berusia di atas 20 tahun. Dan juga terdapat pula kasus pada anak, yakni usia enam tahun dan 13 tahun.
"Kasus DBD itu terjadi hampir di setiap kecamatan di daerah setempat,"katanya.
Untuk mencegah penyebaran DBD, Dinkes Batang Hari terus berkoordinasi dengan puskesmas di masing-masing wilayah, petugas puskesmas diminta turun langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk meningkatkan kebersihan lingkungan.
BACA JUGA: Semarak HUT RI ke-81, Komunitas Fazzio dan Filano Keliling Jambi Sambil Berbagi Kebahagiaan
“Kita imbau melalui puskesmas untuk melakukan gotong royong, membersihkan rumah dan lingkungan. Masyarakat juga dianjurkan menggunakan lotion anti nyamuk dan kelambu,”katanya.
Dengan demikian, Dinas Kesehatan Batang Hari mengingatkan masyarakat untuk menerapkan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang nyamuk.
"Langkah pencegahan itu dinilai penting untuk menjaga kasus DBD di Batang Hari tetap terkendali dan mencegah peningkatan di tengah perubahan kondisi cuaca,"tutupnya.(rza)
