JAMBIUPDATE.CO, JAMBI– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi bersama Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) secara tegas mendorong percepatan pembangunan jalur kereta api khusus batu bara sebagai solusi permanen. Hal itu didorong agar tak lagi terjadi kemacetan panjang akibat truk angkutan batu bara yang kerap lewat di jalan nasional Jambi.
Jalur rel ini rencananya akan membentang dari kawasan produksi di Kabupaten Bungo, melintasi Bangko, Sarolangun, Batang Hari, Muaro Jambi, dan berakhir di Pelabuhan Kemingking.
BACA JUGA: PDAM TSB Sarolangun Akui Masih Hadapi Banyak Tantangan Tingkatkan Pelayanan
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menyatakan proyek ini tidak boleh sekadar dipandang sebagai fasilitas tambang, melainkan tulang punggung penyelamat sistem transportasi dan logistik daerah.
“Kereta api khusus batu bara harus menjadi solusi permanen. Tujuannya bukan sekadar mempercepat distribusi komoditas, tetapi mengurangi kemacetan, menekan kerusakan jalan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, dan menciptakan sistem logistik yang lebih tertata,” kata Ivan.
BACA JUGA: Bea Cukai Jambi Musnahkan Jutaan Barang Ilegal Senilai Rp3,6 Miliar
Ivan mengingatkan agar seluruh pihak mulai dari pemerintah hingga investor mempercepat tahapan pembangunan. Namun, ia menekankan pentingnya integrasi sistem—mulai dari terminal muat hingga pelabuhan—agar rel ini tidak sekadar memindahkan titik kemacetan ke lokasi baru. (aan)
