Lebih lanjut, Noviardi menilai pemerintah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan energi dan menyiapkan langkah kompensasi yang lebih terarah. Menurutnya, menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal negara dan kemampuan ekonomi masyarakat merupakan hal yang sangat penting.
“Pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan harga energi tidak menimbulkan gejolak sosial dan ekonomi yang lebih besar. Pengendalian harga pangan, kelancaran distribusi, dukungan bagi UMKM, serta perlindungan terhadap kelompok rentan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kenaikan harga energi seharusnya menjadi momentum untuk mempercepat efisiensi penggunaan energi, memperbaiki sistem subsidi agar lebih tepat sasaran, serta memperkuat transportasi publik agar ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dapat dikurangi.
“Stabilitas ekonomi bukan hanya ditentukan oleh pertumbuhan angka makro, tetapi juga kemampuan masyarakat menjaga tingkat konsumsi dan kesejahteraannya. Kebijakan energi harus hadir dengan mempertimbangkan aspek ekonomi dan sosial secara seimbang,” tutupnya. (*)
Penulis: AI
