iklan Mayoritas Jamaah Haji Jambi Tiba Malam Hari, Kemenhaj Ingatkan Kondisi Psikologis Jemaah
Mayoritas Jamaah Haji Jambi Tiba Malam Hari, Kemenhaj Ingatkan Kondisi Psikologis Jemaah

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi secara resmi merilis jadwal kepulangan jemaah haji yang direncanakan dimulai pada pertengahan Juni mendatang. Berdasarkan skema yang disusun, mayoritas jemaah dijadwalkan tiba di Asrama Haji Jambi pada waktu malam hari, yang menuntut kesiapan ekstra dari seluruh petugas.

Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi, H. Wahyudi Abdul Wahab, menjelaskan bahwa Kloter BTH 13 akan menjadi rombongan pertama yang berangkat dari Arab Saudi pada 15 Juni dan dijadwalkan masuk ke Aula Asrama Haji Jambi pada Selasa, 16 Juni pukul 20.20 atau 20.35 WIB.

BACA JUGA: Butuh Uluran Tangan, Remaja Yatim Piatu dari Maro Sebo Ulu Berjuang Melawan Penyakit

Setelah jeda beberapa hari, kepulangan akan berlanjut untuk kloter-kloter berikutnya, di mana sebagian besar jadwal pendaratan terjadi antara pukul 19.00 hingga tengah malam. Tercatat hanya Kloter BTH 23 yang memiliki jadwal unik karena diperkirakan tiba pada subuh hari sekitar pukul 05.50 WIB.

"Artinya dari jadwal ini kita akan menerima jemaah dan mengulangkan jemaah itu pada malam hari," kata Wahyudi, dalam Rapat Persiapan Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Haji Antara di Asrama Haji Jambi bersama para stakeholder, Selasa (9/6).

BACA JUGA: Rp2,74 Miliar Kerugian Negara Kasus PJU Kerinci Dikembalikan, Yuses Dipastikan Tak Nikmati Aliran Dana

Kemenhaj juga memberikan perhatian khusus pada kondisi psikologis jemaah saat tiba di tanah air. Setelah melalui perjalanan panjang, jemaah diprediksi akan mengalami kelelahan fisik yang berdampak pada stabilitas emosional mereka.

"Kita menyadari bahwa ada kondisi psikologi. Pertama, lelah. Kedua, pengen cepat ketemu dengan keluarga," katanya.

Selain faktor psikologis, aspek keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Kemenhaj tetap memberlakukan rentang waktu tunggu (space) selama lima jam di Batam setelah pesawat dari Arab Saudi mendarat sebelum jemaah diterbangkan menuju Jambi. Hal ini dilakukan demi menjamin keselamatan dan ketenangan jemaah selama proses transit.

BACA JUGA: Wujudkan Mimpimu Seperti Egy Maulana Vikri! Ikuti Seleksi EPA Dewa United di Stadion Swarna Bhumi Jambi, Daftarnya Begini

“Keputusan ini juga didasarkan pada evaluasi fase keberangkatan lalu, di mana faktor cuaca sempat menjadi kendala krusial yang menyebabkan keterlambatan penerbangan,” kata Wahyudi didampingi Karo Kesra Provinsi Jambi Amrulsyah.

Menurutnya, dengan koordinasi yang lebih matang antara tim medis dari Balai Kekarantinaan Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan Imigrasi, Wahyudi berharap proses pemulangan tahun ini dapat berjalan lebih tertib dan tenang. (aan)


Berita Terkait



add images