JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi masih melakukan penyelidikan terkait insiden tewasnya tiga pekerja kapal yang diduga keracunan gas di dalam palka Tongkang KM TS Daya Niaso di kawasan Sungai Batanghari, Niaso, Kabupaten Muaro Jambi.
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi, AKBP Febriandy mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi guna mendalami penyebab kejadian tersebut.
“Masih lidik, kita sudah melakukan olah TKP. Para korban sudah dievakuasi dan dipulangkan ke rumah duka di Pontianak,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Febri menjelaskan, para korban yang meninggal dunia telah berhasil dievakuasi dan dipulangkan ke rumah duka di Pontianak, Kalimantan Barat untuk dimakamkan.
BACA JUGA: Dipelihara 7 Tahun, Sapi Raksasa 836 Kg Milik Warga Jambi Dipilih Jadi Kurban Presiden Prabowo
Selain itu, penyidik juga telah meminta keterangan dari beberapa saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
“Sudah ada beberapa saksi yang diperiksa, termasuk nahkoda kapal dan ABK kapal,” tambahnya.
Ke depan, penyidik juga akan meminta klarifikasi dari pihak perusahaan terkait insiden tersebut guna melengkapi proses penyelidikan yang saat ini masih berjalan.
Diberitakan sebelumnya, tiga pekerja kapal dilaporkan meninggal dunia setelah diduga keracunan gas saat berada di dalam palka Tongkang KM TS Daya Niaso di kawasan Sungai Batanghari, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (20/5/2026).
BACA JUGA: TPS Ditutup dan Dijaga Ketat, Pemkot Jambi Mulai “Perang” Lawan Pembuang Sampah Sembarangan
Ketiga korban diketahui merupakan warga Pontianak, Kalimantan Barat, masing-masing bernama Zulkarnain (42), Popo (32), dan Rudiansyah (41).
Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 09.15 WIB dari pemilik tongkang bernama Sani.
“Ketiga korban sebelumnya turun ke dalam palka untuk melakukan pekerjaan perbaikan. Namun setelah berada di dalam, korban diduga menghirup gas beracun hingga lemas dan tidak merespon saat dipanggil,” kata Adah.
Mendapat laporan tersebut, Basarnas Jambi langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 13,5 kilometer. Tim SAR gabungan tiba di lokasi pukul 10.25 WIB dan langsung melakukan proses evakuasi menggunakan peralatan khusus Confined Space Rescue (CSR).
Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi sebelum dipulangkan ke rumah duka.(*)
