JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Muaro Jambi mulai menggeser pola penyaluran zakat dari bantuan konsumtif menuju program pemberdayaan ekonomi produktif bagi masyarakat mustahik.
Melalui program tahap I tahun 2026, Baznas Muaro Jambi menggulirkan 30 unit ZMart, 3 unit ZAuto, serta bantuan modal usaha bagi 50 pelaku UMKM mustahik di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.
BACA JUGA: Tawuran Berdarah di Bram Itam, Tiga Pemuda Ditangkap Usai Bacok Pelajar hingga Tangan Patah
Ketua Baznas Muaro Jambi, Kasmadi mengatakan, program tersebut difokuskan untuk mendorong mustahik naik kelas melalui penguatan usaha kecil berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Sebanyak 30 unit ZMart disalurkan khusus bagi mustahik di Kecamatan Sekernan dan Jambi Luar Kota (Jaluko). Setiap penerima memperoleh bantuan senilai Rp8 juta.
“Rp4 juta dalam bentuk branding seperti etalase, papan nama, dan perlengkapan toko. Rp4 juta lagi berupa barang dagangan untuk stok awal,” katanya.
BACA JUGA: Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Menurut Kasmadi, bantuan dalam bentuk barang dipilih agar modal usaha benar-benar digunakan untuk pengembangan usaha.
“Kalau uang tunai rawan salah pakai. Dengan barang, warung mustahik langsung berubah jadi semi-modern. Kita juga dampingi pembukuannya sampai mereka mandiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program ZMart menjadi salah satu strategi Baznas dalam mengubah pola distribusi zakat konsumtif menjadi zakat produktif. Warung kecil milik mustahik didorong memiliki tampilan dan tata kelola yang lebih modern agar mampu bersaing di tingkat lokal.
Selain sektor perdagangan, Baznas Muaro Jambi juga menyasar usaha bengkel melalui program ZAuto. Sebanyak tiga unit bantuan disalurkan kepada mustahik di Desa Kedotan, Desa Tunas Mudo, dan Desa Penyengat Olak.
Bantuan yang diberikan berupa seperangkat peralatan bengkel dan kebutuhan servis kendaraan, seperti kompresor, oli, kampas rem, bola lampu, busi, fanbelt hingga ban dalam.
“Ini untuk meningkatkan kapasitas usaha bengkel mustahik agar naik kelas dan punya daya saing,” jelasnya.
