iklan 4 Ruko di Jelutung Kota Jambi Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
4 Ruko di Jelutung Kota Jambi Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Kebakaran hebat melanda empat unit ruko di kawasan Jalan Sultan RT 16, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Kamis (7/5/2026) malam. Salah satu bangunan yang terbakar merupakan toko ponsel Pstore yang menjual berbagai merek handphone.

Peristiwa tersebut sontak membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi, tepatnya di depan Aston Hotel Jambi, mengalami kemacetan panjang. Petugas kepolisian tampak berjaga dan melakukan pengalihan arus kendaraan guna mengurai kepadatan di kawasan tersebut.

BACA JUGA: PT SAS Tunjukkan Komitmen di Bidang Olahraga Turunkan Tiga Atlet Terbaik di Kejuaraan Biliar 9 Ball International Kapolda Cup

Pantauan di lapangan, sejumlah armada pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang membakar deretan ruko. Warga sekitar juga memadati lokasi untuk menyaksikan proses pemadaman, sementara kendaraan yang melintas sempat terjebak antrean panjang.

Menurut keterangan warga, api mulai membesar usai salat Isya sekitar pukul 20.15 WIB.

“Habis isya tadi bang, api lah besak,” ujar seorang warga di lokasi kejadian.

Sementara itu, salah satu pedagang Thai Tea di sekitar lokasi, Sasa, mengatakan sebelum api membesar dirinya sempat melihat asap hitam muncul dari bagian atas bangunan Pstore.

BACA JUGA: Hasil Investigasi Kasus Kematian dr Myta Dibongkar di Jakarta, Mulai Dari Jam Kerja Hingga Intensif, Ini Fakta Lengkapnya

“Ado asap di atas Pstore. Kami dikasih tau mak-mak pas jualan tadi, hati-hati kamu,” katanya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung menurunkan 14 unit armada pemadam kebakaran ke lokasi.

“Pada pukul 20.00 WIB kita menerima laporan bahwa ada ruko yang terjadi kebakaran, kita menurunkan 14 unit armada mobil pemadam kebakaran,” ujar Mustari.

Ia menyebut lokasi kebakaran berada di kawasan padat penduduk sehingga proses pemadaman dilakukan secara cepat untuk mencegah api meluas. Sebanyak 30 personel diterjunkan dalam penanganan kebakaran tersebut.

BACA JUGA: Fakta Baru Sidang Sabu 58 Kg, Nama Okta dan Dewi Disebut Kendalikan Pengiriman

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Mustari menjelaskan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik akibat jaringan instalasi yang tidak sesuai standar. Selain itu, kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan papan membuat api cepat merambat ke bangunan lain.


Berita Terkait



add images