iklan Hasil Investigasi Kasus Kematian dr Myta Dibongkar di Jakarta, Mulai Dari Jam Kerja Hingga Intensif, Ini Fakta Lengkapnya 
Hasil Investigasi Kasus Kematian dr Myta Dibongkar di Jakarta, Mulai Dari Jam Kerja Hingga Intensif, Ini Fakta Lengkapnya 

"Diketahui bahwa peserta internship ini hanya mempunyai 4 hari yang tidak perlu diganti jika berhalangan masuk. Jadi jika sakit itu 4 hari. Namun kalau lebih dari itu, ya tetap harus diganti walaupun kondisinya sakit. Tadi regulasinya sudah diubah ya, untuk ke depannya," katanya.

Selain itu, dia menyoroti adanya arahan bagi peserta magang yang tidak hadir bekerja untuk digantikan temannya. Dia memperdengarkan voice note saat dr MAA yang sesak napas meminta tolong rekannya untuk menggantikan jadwalnya.

Pihaknya juga akan melakukan audit medis terkait kejadian tersebut.

"Di tanggal 13 April tadi itu kan atas permintaan sendiri, diminta di infus gitu kan, di ruang jaga. Dan seharusnya kan diperlakukan sebagai pasien. Kalau sudah memang indikasi jaga, dia sakit, kemudian ya harusnya dirawat di ruang rawat inap yang semestinya," katanya.

Kemudian pada 20 April, kondisi vital dr MAA membaik sehingga diperbolehkan pulang.

"Kemudian 21 April, dr MAA dibiarkan berangkat ke UGD Daud Arief menuju Matahir dengan mobil pribadi, dan hanya dibekali oksigen tadi itu. Jadi harusnya memang melalui prosedur menggunakan ambulans, dan informasi dari keluarganya, pihak rumah sakit tidak menawarkan ambulans," katanya.

Dia menyebutkan bahwa pada 24 April, dr MAA diperbolehkan pulang. Pada 25-27 April, ada perjalanan panjang setelah sembuh dari RS Raden Mattaher Jambi, berangkat kembali ke Kuala Tungkal untuk melanjutkan magangnya, namun sudah diizinkan oleh pendampingnya untuk istirahat selama 1-2 minggu.

"Akhirnya atas inisiatif keluarga dibawa istirahat ke Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), ke rumahnya, keluarganya. Jadi ada perjalanan dari Jambi ke Kuala Tungkal, kemudian dari Kuala Tungkal ke Palembang. Di sana sempat demam, kemudian setelah agak mendingan, berangkat lagi dari Palembang ke OKUS, dan ternyata sakit, dirawat di klinik 2 jam tadi," katanya.

Dari OKU Selatan, mereka ke Palembang, katanya, hingga akhirnya dr MAA meninggal dunia di RS M Hoesin, Palembang. dr MAA meninggal pada 1 Mei dengan kondisi paru berat. (ant)


Sumber: Antara

Berita Terkait



add images