"Terkait target, PT IBS diharapkan mulai beroperasi bertahap setelah konektivitas rampung. PT SAS ditargetkan selesai akhir 2026 jika kendala terselesaikan, sementara PT PBP masih bergantung pada pembebasan lahan dan administrasi pusat,” tambah Al Haris lagi.
Al Haris juga menyampaikan bahwa produksi barubara Jambi juga sangat dipengaruhi oleh komitmen pemegang IUP.
"Sampai tahun 2025 kemarin, di Jambi ini ada 86 perusahaan batu bara yang memiliki izin. Namun, dari jumlah tersebut, baru 31 perusahaan yang aktif berproduksi, ini tentu juga berpengaruh terhadap jumlah produksi batubara di Jambi," tambah Al Haris lagi. (*)
