JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Warga kawasan Tanjung Lumut, Kota Jambi, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria di bawah jembatan, Sabtu (14/3/2026). Korban diketahui berprofesi sebagai pemulung dan hingga kini identitasnya masih belum diketahui.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Suryano, seorang petugas kebersihan di kawasan tersebut. Ia mengatakan, penemuan mayat bermula saat adiknya hendak mencuci kaki di aliran air di bawah jembatan.
BACA JUGA: Kejagung Setujui Restorative Justice Kasus Narkotika Anak dari Kejari Bungo
“Adik saya mau cuci kaki. Pas lihat ke bawah dari jembatan, dia lihat ada mayat,” kata Suryano, Sabtu (14/3/2026).
Suryano menduga korban meninggal dunia pada malam hingga menjelang subuh. Pasalnya, saat dirinya mulai bekerja sekitar pukul 06.00 WIB, korban belum terlihat di lokasi.
“Saya mulai kerja jam enam pagi belum ada. Tapi sekitar jam 11 siang, adik saya yang mau cuci kaki kaget lihat ada mayat,” ujarnya.
BACA JUGA: Mutasi Besar di Polresta Jambi, Kasat Reskrim hingga Sejumlah Kapolsek Diganti
Mengetahui kejadian tersebut, Suryano langsung menghubungi ketua RT setempat yang kemudian melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian dari Polsek Jambi Selatan.
Menurut Suryano, dirinya tidak mengenal identitas korban. Namun pria tersebut diketahui kerap memulung di tempat pembuangan sampah sementara di kawasan Tanjung Lumut dan tinggal di sekitar lokasi.
“Saya tidak tahu namanya siapa, tapi memang setiap hari dia mulung di sini dan tinggal di sini juga. Dia tinggal di bawah pohon pakai terpal seadanya,” katanya.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi mengapung di aliran air tepat di bawah jembatan dan tanpa busana.
BACA JUGA: Aturan Libur Lebaran! ASN Pemkot Jambi Boleh WFH Jelang Nyepi dan Lebaran
Sementara itu, Kapolsek Jambi Selatan Helrawaty Siregar mengatakan korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Saat ini korban sudah kita evakuasi ke RS Bhayangkara. Untuk penyebab meninggalnya belum bisa dipastikan dan identitas korban juga masih belum diketahui,” ujarnya.(*)
