JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI - Pasca Insiden keracunan massal usai menyantap soto dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekretaris Daerah (Sekda) Muaro Jambi Budhi Hartono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga kecamatan, Selasa (3/2).
Sidak dilakukan di Kecamatan Kumpeh Ulu, Maro Sebo, dan Sekernan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan.
BACA JUGA: Petani Sawit di Bahar Utara Ditemukan Tewas di Kebun, Diduga Tersengat Arus Listrik
Dalam peninjauan tersebut, Budhi menemukan persoalan serius pada infrastruktur dapur, terutama pada sistem pembuangan limbah. Saluran limbah dapur diketahui mengalami penyumbatan dan kebocoran, sehingga dinilai berpotensi mencemari lingkungan sekitar area pengolahan makanan.
“Saluran pembuangan bak limbah ditemukan dalam kondisi mampet, bocor dan bau menyengat. Ini harus segera diperbaiki agar tidak berdampak pada kebersihan dapur dan keamanan makanan,” kata Budhi saat sidak.
BACA JUGA: Antisipasi Wabah PPR, Barantin Tingkatkan Pengawasan Lalu Lintas Hewan Ternak di Jambi
Temuan lainnya yakni tidak adanya tempat pendingin. Sehingga pihaknya mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk segera ditindaklanjuti.
Meski demikian, ia menilai secara umum operasional dapur SPPG masih berjalan. Budhi juga mengapresiasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Satuan Tugas (Satgas) MBG yang dinilai telah cukup solid dalam mengawasi distribusi makanan.
Menurutnya, kualitas makanan program MBG tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga oleh kedisiplinan petugas serta kelayakan sarana pendukung.
BACA JUGA: Tak Selesaikan Kewajiban, Tiga Ruko BBC Muara Bulian Disegel Satpol PP
“Pengawasan akan dilakukan secara berkala. Saya minta seluruh petugas SPPG benar-benar mematuhi standar operasional prosedur agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Pemerintah menegaskan pengawasan dari proses pengolahan hingga distribusi akan terus diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang. (wan)
