iklan Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Kota Jambi terus menunjukkan geliat pertumbuhan penduduk sepanjang tahun 2025.

Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) mengungkap, lonjakan jumlah warga masih ditopang oleh tingginya angka kelahiran serta derasnya arus pendatang yang menetap di ibu kota Provinsi Jambi tersebut.

BACA JUGA: 8 Pejabat Eselon II Dilantik, Maulana Warning Wajib Hafal Program Kota Jambi Bahagia

Hingga akhir 2025, total penduduk Kota Jambi tercatat 654.194 jiwa. Sepanjang tahun itu pula, Dukcapil melayani 13.811 pencatatan akta kelahiran, menjadi penyumbang terbesar pertambahan penduduk.

Tak hanya dari kelahiran, mobilitas penduduk turut memberi warna. Tercatat 16.445 jiwa datang dan menetap di Kota Jambi, sementara 16.498 jiwa memilih pindah keluar.

BACA JUGA: Gaji PPPK Paruh Waktu di Tanjabtim Masih Rp1,3–1,5 Juta, Pemkab Sesuaikan APBD

Angka yang nyaris seimbang ini memperlihatkan Kota Jambi tetap menjadi magnet hunian sekaligus pusat aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Jambi, Nirwan Ilyas, menyebut dinamika tersebut sebagai cerminan kota yang terus bergerak.

“Kelahiran masih menjadi faktor utama pertumbuhan penduduk. Pendatang juga cukup tinggi, sehingga meskipun ada warga yang keluar, pertumbuhan tetap berjalan stabil,” ujarnya.

BACA JUGA: Gubernur Al Haris: Pemprov Jambi Dukung Maksimal Program Pusat, Dorong Perekonomian Daerah

Di balik data kependudukan, Dukcapil juga mencatat fenomena menarik dari sisi sosial.

Tren pemberian nama bayi sepanjang 2025 menunjukkan pola baru di masyarakat Kota Jambi.

Nama Kenzi menjadi pilihan terbanyak untuk bayi laki-laki, sementara Shanum mendominasi nama bayi perempuan.

Data ini dihimpun dari seluruh pencatatan akta kelahiran selama setahun.

Menurut Nirwan, pilihan nama tersebut menunjukkan kecenderungan orang tua memilih nama yang singkat, modern, dan sarat makna religius.

Dukcapil Kota Jambi menegaskan akan terus memperkuat layanan administrasi kependudukan, mulai dari KTP elektronik, Kartu Keluarga, hingga pencatatan peristiwa penting. Data kependudukan yang akurat dinilai krusial untuk mendukung kebijakan pembangunan dan pelayanan publik yang tepat sasaran. (hfz)


Berita Terkait



add images