iklan

JAMBIUPDATE.CO,- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam konferensi pers pada Jumat, 5 April 2024, menuntut investigasi independen oleh pemerintah Israel terhadap pembunuhan ratusan pekerja kemanusiaan atau relawan di Jalur Gaza. Seruan tersebut ia sampaikan beberapa hari setelah kematian tujuh relawan World Central Kitchen (WCK) dalam serangan udara Israel di Gaza, dan menjelang enam bulan perang Gaza. 

Guterres mengatakan perang Gaza adalah konflik yang paling mematikan bagi warga sipil, pekerja bantuan, jurnalis, tenaga medis, hingga staf PBB. 

“Sekitar 196 pekerja bantuan kemanusiaan – termasuk lebih dari 175 anggota staf PBB – terbunuh. Sebagian besar dari mereka bertugas di UNRWA, tulang punggung seluruh upaya bantuan di Gaza,” katanya.

UNRWA atau badan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina yang beroperasi di Gaza mengatakan awal bulan ini mereka telah kehilangan 177 stafnya sejak awal pecahnya pertempuran pada 7 Oktober 2023. Badan-badan kemanusiaan lain yang telah kehilangan stafnya dalam agresi ini antara lain WHO, Program Pangan Dunia (WFP), Doctors Without Borders, Bulan Sabit Merah dan World Central Kitchen. Sebagian besar dari hampir 980 lembaga swadaya masyarakat yang terdaftar di Gaza telah berhenti beroperasi berdasarkan laporan UNRWA per 3 April 2024.

“Kami menghormati semua pekerja kemanusiaan yang tewas dalam konflik ini, dan berjanji untuk mengingat komitmen dan pengorbanan mereka,” kata Guterres.

Sekjen PBB itu membahas pengakuan terbaru oleh pemerintah Israel atas kesalahan mereka dalam serangan yang menewaskan tujuh relawan World Central Kitchen. Israel telah memecat dua perwira militer dan melakukan peneguran resmi terhadap komandan-komandan senior, katanya pada Jumat, setelah hasil penyelidikan terhadap insiden tersebut menunjukkan kesalahan serius dan pelanggaran prosedur oleh militer.

“Namun permasalahan mendasarnya bukanlah siapa yang melakukan kesalahan, melainkan strategi dan prosedur militer yang ada yang memungkinkan kesalahan tersebut berulang kali terjadi,” tutur Guterres.

Ia berkata, investigasi independen diperlukan untuk memperbaiki kegagalan tersebut dan membawa “perubahan yang bermakna dan terukur” di lapangan. Menjawab pertanyaan wartawan tentang apa yang dapat dilakukan PBB untuk mendorong penyelidikan, Guterres mengatakan investigasi independen ini hanya mungkin dilakukan oleh pemerintah Israel, karena membutuhkan kerja sama pihak berwenang di sana.

“Pertanyaannya bukan hanya pada kejadian spesifik ini. Sebanyak 196 relawan terbunuh, dan kami ingin tahu mengapa para relawan tersebut dibunuh,” ujarnya.

Senada dengan PBB, World Central Kitchen juga menyerukan investigasi independen terhadap tragedi yang menewaskan tujuh orang petugasnya. Lembaga nirlaba itu mengatakan dalam sebuah pernyataan, “menuntut pembentukan komisi independen untuk menyelidiki pembunuhan rekan-rekannya di World Central Kitchen. Sebab IDF tidak dapat menyelidiki kegagalannya sendiri di Gaza secara kredibel.”


Sumber: tempo.co

Berita Terkait



add images