iklan
"Sekarang penyalur beras ASN yang langsung beli ke petani, dan harganya pun sudah ditentukan, jadi penyalur tidak bisa bermain di harga," sebutnya.

Ditambahkannya, berasa ASN ini dipasok oleh petani Kabupaten Tanjabtim dari 6 kecamatan, seperti Kecamatan Geragai, Muara Sabak Barat, Nipah Panjang, Rantau Rasau, Berbak, Dendang. 

"Pasokan beras ini secara bergantian, sebab musim tanam dan panen tidak serentak," jelasnya ditimpali Kabid Pangan, Nandang.

Keberhasilan program beras ASN yang dicanangkan oleh Bupati Tanjabtim, Romi Hariyanto sejak periode pertama itu sempat menarik beberapa kabupaten dalam Provinsi Jambi untuk belajar dan mencoba menerapkan program itu di daerahnya. Seperti Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tebo.

"Yang baru berjalan Kabupaten Tanjabbar, tahun 2022 lalu mereka sudah launching, sedangkan Kabupaten Tebo belum berjalan," ungkapnya.

Dirinya berharap dengan terus berjalannya program beras PNS ini, tentunya dapat membantu menjaga stabilitas harga jual di tingkat petani. Sehingga tidak ada lagi petani yang bergantung pada tengkulak. "Artinya dari pembelian beras oleh ASN, petani kita sudah terbantu ekonominya," tukasnya. (lan)


Berita Terkait



add images