Menurut Lingga, jalan khusus ini akan menjadi solusi angkutan batu bara. Dimana akan dibuat 4 Underpass (terowongan bawah tanah) karena berpapasan dengan jalan nasional. "Lokasi underpass ini didapatkan Citra Raya (Mendalo) dan didepan kantor BWSS (Balai Sungai di Aur Duri) masuknya sebelum BWSS ini masih masuk di Muaro Jambi kalau kita lihat di Permendagri 88," terangnya.
Sementara terkait penutupan anak sungai di lokasi Stockfile Aur Kenali yang salah satu faktor awal menjadi protes warga setempat (Aur Kenali, Aur Duri dan sekitarnya), Lingga menyebut sebenarnya kejadiannya ada alat berat PT.SAS yang terperosok.
'Sebetulnya tak menutup anak sungai, tapi memang ada dampak, dan kita bisa cek ke lapangan bersama DLH dan ada berita acaranya. Jadi kita tak menutup sama sekali tapi memang ada dampak dari alat berat yang terjerembab disitu," akunya.
"Saat itu, ketika mau kita evaluasi ternyata ada tim terpadu dari Pemkot Jambi datang dan memberikan garis pembatas (police line), dan kita diminta tak melakukan kegiatan apapun. Jadi kita hanya bisa melakukan evakuasi, sehingga proses finalisasi evakuasi alat berat terganggu," sebutnya.
