iklan

JAMBIUPDATE.CO,- Pemerintah Amerika Serikat telah menggunakan otoritas darurat untuk mengizinkan penjualan sekitar 14.000 peluru tank Merkava ke Israel tanpa persetujuan Kongres, kata Pentagon pada Sabtu.

"Departemen Luar Negeri menggunakan deklarasi darurat Arms Export Control Act untuk peluru tank senilai US$106,5 juta untuk pengiriman segera ke Israel," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.

Peluru-peluru tersebut merupakan bagian dari penjualan yang lebih besar yang diminta oleh pemerintahan Biden kepada Kongres untuk disetujui. Paket yang lebih besar bernilai lebih dari US$500 juta mencakup 45.000 peluru untuk tank Merkava Israel, yang dikerahkan dalam serangannya di Gaza hingga telah menewaskan ribuan warga sipil.

Setidaknya 17.700 warga Palestina telah terbunuh di Gaza sejak 7 Oktober sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Serangan brutal Israel ke Gaza juga membuat lebih dari 48.800 orang terluka.

Keputusan ini hanya sehari setelah AS memveto permintaan Dewan Keamanan PBB untuk segera melakukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza.

Pemungutan suara tersebut dilakukan setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu membuat langkah yang jarang terjadi dengan mengaktifkan Pasal 99, yaitu secara resmi memperingatkan dewan beranggotakan 15 negara tersebut mengenai ancaman global dari perang yang telah berlangsung selama dua bulan di Gaza.

Ketika perang semakin intensif, bagaimana dan di mana tepatnya senjata AS digunakan dalam konflik tersebut semakin mendapat sorotan. Meskipun para pejabat AS mengatakan tidak ada rencana untuk memberikan persyaratan pada bantuan militer kepada Israel atau mempertimbangkan untuk menahan bantuan militer apa pun.


Berita Terkait



add images