iklan
"Kegiatan ini dapat membuka nurani kita untuk dapat membangun komunikasi, dimulai dalam keluarga, untuk melindungi anak dari kekerasan anak dan meningkatkan kreatifitas anak-anak. Kepada orang tua, pendidik dan pemerhati anak, untuk memimbing anak agar bisa berkreatifitas sejak dini, agar mereka cerdas menjadi penerus bangsa kelak. Karena masa depan bangsa ini akan kita serahkan kepada mereka," ujar akademisi Universitas Jambi tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jambi, dr. H. Maulana sampaikan bahwa anak-anak adalah tumpuan bagi keberlangsungan masa depan Indonesia. Untuk itu, Maulana berharap pendidikan dan kesehatan anak diusia dini menjadi perhatian serius bagi semua pihak.

"Terimakasih pada ibunda, ayahanda dan keluarga yang terus bersama-sama menjaga putra putri kita, karena mereka nanti menjadi harapan masa depan yang akan meneruskan pembangunan dan merupakan tempat bergantung kami yang nanti akan memasuki masa lansia, maka mereka lah yang akan mempedulikan memperhatikan kami semua," ujar Wawako Maulana.

Maulana jelaskan bahwa kondisi Indonesia yang saat ini mengalami bonus demografi, lambat laun akan mengalami transisi, dengan kondisi usi produktif yang makin berkurang pesat.

"Transisi bonus demografi akan terjadi pada tahun 2035. Dimasa itu kita akan dihadapkan pada tantangan kualitas generasi penerus bangsa ini. Mulai dari masalah kesehatan, stunting, penyalahgunaan narkoba, dan sebagainya, hingga degradasi moral dan akhlak. Tugas kita mulai saat ini mempersiapkan mereka menjadi generasi unggul," sebutnya.


Berita Terkait



add images