Oleh : Ir. M. ANGGORO KASIH, S.P

Kementerian Pertanian memiliki tiga program strategis untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani yaitu meningkatkan pelayanan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) dan Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks).

Sebelumnya, dalam Pembukaan Asian Agriculture and Food Forum yang digelar pada tanggal 12 Maret 2020 lalu, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa sektor pertanian harus mampu mendorong tingkat kesehatan yang lebih baik. Saat ini, masyarakat harus fokus kepada pemilihan komoditas bernilai tinggi, yaitu minyak atsiri dan pentingnya kegiatan pertanian yang di mulai dari hulu sampai hilirnya.

Seiring hal tesebut, Kepala Badan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian, Dedy Nursyamsi mengarahkan bahwa dalam mendukung program strategis Kementan, sudah waktunya petani tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm akan tetapi mampu menuju ke off farm, terutama pasca panen dimulai dari cara penanganan panen yang baik (Good Handling Practices), proses pengolahan hasil pertanian yang memiliki nilai tambah dan daya saing hingga pengemasan yang menarik.

Hal ini sejalan dengan Rencana Kerja Kementerian Pertanian mengenai peningkatan diversifikasi pangan dan pemantapan ketahanan pangan dengan mengoptimalkan sumberdaya lokal, salah satunya adalah tanaman rimpang seperti jahe putih, jahe merah, kunyit, dan aneka rimpang lainnya. Tanaman rimpang sejak dahulu telah dikonsumsi sebagai obat herbal tradisional maupun campuran dalam masakan. Konsumsi tanaman rimpang, merupakan upaya menjaga kesehatan, meningkatkan kekebalan tubuh/imunitas dan menjadi tuntutan pola hidup sehat.

Desa ibru Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi telah mengembangkan olahan rimpang, yaitu serbuk dan teh kunyit, serta jahe putih yang mengandung senyawa aktif yang berkhasiat bagi sel-sel dan organ tubuh dalam meningkatkan imunitasnya. Pada tahun 2022 ini Desa Ibru bersama beberapa desa di Kecamatan Mestong akan fokus pada program pemberdayaan masyarakat untuk ketahanan pangan pasca pandemi covid-19, karena munculnya kasus kesehatan massal yang ditimbulkan oleh wabah Covid-19 yang telah menyebar keseluruh 192 negara di dunia tidak terkecuali Indonesia.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Corona menginfeksi seseorang melalui dorplet ke sistem pernafasan dan mudah menular melalui kontak perorangan secara langsung. Hal ini, tentunya membuat masyarakat Indonesia lebih waspada kedepannya terhadap pencegahan COVID-19. Dan apabila kondisi tubuh kita sedang menurun maka kita harus banyak mengkonsumsi vitamin dan tidak melakukan aktifitas diluar rumah dalam waktu lama.

Dikarenakan virus Corona cenderung menginfeksi orang yang memiliki imunitas sangat rendah. Maka dalam menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh kita, dapat dilakukan melalui mengkonsumsi olahan rimpang seperti teh kunyit ataupun jahe baik jahe putih maupun jahe merah yang dibudidayakan secara organik.

Dalam pelaksanaan pengolahan serta budidaya jahe merah tersebut Desa Ibru, BUMDesa Suka Makmur bersama dengan mitra yaitu CV. Mutiara Kasih Ibru (ARASI) akan fokus dalam secara luas dalam penyediaan pupuk organik (GANIKBRU-Q) demi menunjang hasil rimpang jahe merah organik program pemberdayaan masyarakat Desa Ibru.

Demi menunjang program Kepala Desa Ibru (Datuk Arman) telah mengadakan kesepakatan kerjasama (MoU) dengan CV. Mutiara Kasih Ibru (ARASI), di sela pertemuan Datuk Kepala Desa Ibru mengatakan bahwa pihak-pihak yang terkait dalam pengembangan dan budidaya tanaman biofarmaka terkhusus rimpang yang akan menjadi icon Desa Ibru tersebut wajib untuk menyukseskan program pemberdayaan masyarakat bidang ketahanan pangan untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Ibru.

Hal di atas tersebut tentunya, menjadi bukti bahwa sektor pertanian, khususnya pengolahan tanaman rimpang secara organik menjadi salah satu komoditas pengaman dalam menghadapi dan mencegah pasca wabah Covid-19. Dengan sinergitas dari Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten/ Kecamatan dan BUMDesa serta pihak-pihak terkait lainnya terhadap dukungannya kepada Desa Ibru dalam menjalankan tugas pokoknya mendukung serta optimisme petani/masyarakat menjadi bukti pertanian tidak berhenti dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia yang lebih baik.(*)

Penulis adalaga Direktur BUMDesa Suka Makmur Ir. M. ANGGORO KASIH, S.P


Komentar

Berita Terkait

Pikachu Demokrasi

Pengelolaan Migas Jambi

Membaca Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Jambi

Economic Review : Kinerja Bank Jambi di tengah Pandemi

Korban dan Tuah, Inspeksi Mendadak Gubernur

Rekomendasi




add images