JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Joe Biden ikut berkabung atas peristiwa penembakan maut di Sekolah Dasar Robb, Texas, yang menewaskan 19 anak dan 3 orang dewasa. 

Biden menegaskan, ini waktunya warga AS, terutama legislator Negeri Paman Sam, benar-benar mendukung pengetatan aturan kepemilikan senjata yang selama ini menjadi perdebatan sengit.

"Atas nama Tuhan, kapan kita akan mendukung reformasi hukum kepemilikan senjata (gun lobby)? Ini waktunya mengubah rasa sakit dan kehilangan dalam aksi nyata bagi seluruh orang tua dan warga di negara ini," kata Biden dalam Pidatonya di Gedung Putih pada Selasa 24 Mei 2022 malam, dikutip dari AFP, Rabu 25 Mei 2022. 

"Kita harus memperjelas kepada para pejabat terpilih: Ini waktunya beraksi," sambungnya.

"Kehilangan seorang anak seperti separuh jiwa Anda direnggut," tegasnya.

Hukum kepemilikan senjata memang menjadi isu sengit di Kongres AS. Sebagian besar legislator, terutama kaum konservatif, masih banyak menganggap kepemilikan senjata merupakan bentuk kebebasan dalam demokrasi.

Meski begitu, hukum tersebut memberikan banyak konsekuensi bagi AS, terutama soal tingkat kriminalitas.

Penembakan massal di SD Robb pun bukan yang pertama kali terjadi. Sebanyak 38 insiden penembakan tercatat terjadi di sekolah dan universitas AS sejak awal 2022.

"Peristiwa penembakan Texas ini merupakan 'pembantaian' terbaru yang kerap terjadi di Amerika," ucapnya.

Biden juga meminta, seluruh warga AS untuk mendoakan korban dan mendukung aturan pembatasan senjata.

"Malam ini, saya meminta seluruh masyarakat untuk berdoa demi mereka, untuk memberikan kekuatan kepada orang tua dan saudara korban atas kegelapan yang mereka rasakan sekarang," tuturnya. 

"Sebagai sebuah negara, kita harus bertanya dengan nama Tuhan kapan kita akan mendukung aturan baru senjata? Dengan nama Tuhan kapan kita bakal melakukan hal yang kita tahu harus lakukan?" pungkasnya.(*)


Sumber: Disway.id

Komentar




add images