Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui pihaknya kekurangan pegawai. Lembaga antirasuah akan menambah sebanyak 100 personel pada 2022.

“Secara rencana SDM-nya memang kita masih ada kurang seratus orang, jadi tahun ini sudah akan terpenuhi, baik dari JPU-nya, maupun penyelidik, maupun penyidik,” kata Deputi Penindakan KPK, Irjen Pol Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (11/1).

Karyoto mengklaim, kekurangan pegawai bukan karena adanya pegawai yang keluar dari KPK lantaran gagal asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK). Dia menyebut, kekurangan pegawai ini sudah terjadi sebelum TWK berlangsung.

Divisi penuntutan menjadi salah satu senjata KPK yang paling aman dari masalah kekurangan personel. Meski demikian, KPK tetap menambah divisi penuntutan yang nantinya untuk meningkatkan kinerja.

“Memang overload itu betul ketika rekan-rekan sedang bersidang pada saat itu kan pada masa pandemi tidak bisa sidang langsung, pakai offline dan lain-lain,” ucap Karyoto.

Oleh karena itu, Karyoto berharap proses penambahan personel ini berlangsung dengan baik. Menurutnya, kekurangan personel ini bukan karena dampak dari dipecatnya 51 pegawai yang gagal TWK.

“Mudah-mudahan di tahun 2022 ini situasi juga sudah mulai membaik, dan sebagai informasi ada atau tidak ada TWK kami di kedeputian penindakan memang meminta tambahan personel,” tandas Karyoto. (jpg/fajar)


Sumber: www.fajar.co.id

Komentar

Rekomendasi




add images