Ilustrasi.
Ilustrasi. (Jawapos)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA - Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berpotensi tertekan karena faktor global dan tingginya kasus Covid-19 di Indonesia. Mengutip kurs tengah Bank Indonesia (BI), saat ini posisi rupiah berada di level Rp 14.454 per dolar AS.

“Potensi pelemahan berpotensi ke kisaran 14.480-14.500, sementara potensi support di kisaran 14.400,” kata analis pasar uang Ariston Tjendra kepada JawaPos.com, Kamis (24/6).

Ariston menjelaskan, mata uang Garuda saat ini masih dipengaruhi oleh sentimen bank sentral AS yaitu The Fed. Terlebih semalam beberapa petingginya masih menyuarakan potensi kenaikan suku bunga acuan AS yang lebih cepat dari proyeksi sebelumnya.

Hal itu disebabkan karena angka inflasi yang meninggi meskipun hanya sementara, namun efeknya akan bertahan dalam waktu yang lebih lama. “Komentar-komentar ini mendorong penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya,” imbuhnya.

Sementara, faktor dari dalam negri, pelaku pasar kemungkinan masih mengkhawatirkan kasus Covid-19 yang masih terus menciptakan rekor kasus baru kemarin. Sebab, hal itu akan mempengaruhi kebijakan pemerintah terutama terkait pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat.

“Pembatasan aktivitas yang lebih lama karena kasus baru masih terus meningkat, bisa menghambat laju pemulihan ekonomi,” tandasnya.(jawapos)


Sumber: www.jawapos.com

Komentar

Berita Terkait

5 Keuntungan Menggunakan Motor 125 cc

Mei 2021, KPR Naik 6,61 Persen

Tegas! BI Larang Penggunaan Uang Crypto

Update, Harga Emas di Pegadaian per 15 Juni 2021

Jamur Tiram Semakin Diminati

Rekomendasi




add images