iklan Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

Menuju ke Eropa Timur, meski tidak terlalu menjadi pusat perbincangan hangat, namun penerapan penanganan penyebaran virus ini terbilang serius. Eka Marsella menyebutkan di Rusia bahkan diterapkan sistem denda untuk orang-orang yang melanggar prosedur physical distancing. Bergerak ke New York, sebagai daerah dengan tingkat kasus positif paling tinggi di Amerika Serikat, mencapai 318.134 kasus terkonfirmasi, Yuliana Tan bercerita bagaimana negara adidaya seperti AS bahkan kesulitan menghadapi virus Covid-19, yang salah satunya diakibatkan oleh lambatnya langkah pemerintah untuk menutup pintu-pintu penyebaran virus, sehingga penerapan pembatasan wilayah menjadi kunci utama dalam mengurangi tranmisi virus Covid-19.

Kepanikan yang terjadi di hampir seluruh negara yang menjadikan penyebaran Covid-19 tergolong sebagai pandemi, terutama diakibatkan oleh ketidaksiapan fasilitas dan tenaga medis, belum lagi penyerbuan masker medis oleh masyarakat menyebabkan kelangkaan APD tersebut, sementara masker merupakan APD wajib yang digunakan oleh tenaga medis dalam menghadapi pasien Covid-19. Di fasilitas kesehatan ia mengabdi, Dr. Afif mengungkapkan bahwa para tenaga medis bahkan masih ada yang hanya mengenakan jas hujan sebagai pengganti hazmatketika menghadapi pasiensuspect, yang tentunya sangat beresiko terhadap keamanan dan keselamatan tenaga medis tersebut. Jika kelangkaan APD bagi tenaga medis ini terus berlanjut, dikhawatirkan tenaga medis kita yang jumlahnya sangat terbatas akan lebih rentan dan memiliki risiko yang tinggi untuk ikut terpapar. Belum lagi masih banyak masyarakat yang menolak untuk terbuka mengenai kronologis penyakit maupun histori perjalanan yang mereka lakukan dalam beberapa bulan terakhir.

Mengingat seriusnya kasus penyebaran virus Covid-19 ini, sebagai diaspora muda dari Provinsi Jambi, IDM Jambi mengimbau kembali kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jambi agar lebih terbuka, transparan, dan satu suara terkait kasus Covid-19 sehingga tidak adanya simpang siur informasi. Lebih lanjut lagi, pemerintah dan aparat keamanan diharapkan dapat menindak setiap orang yang melanggar prosedur penanganan Covid-19 maupun orang-orang yang merugikan masyarakat, seperti oknum-oknum yang melakukan penimbunan APD untuk kemudian dijual kembali dengan tujuan meraup keuntungan yang lebih besar. Tindakan atas pelanggaran berupa pemberian sanksi-sanksi juga harus jelas dan dikomunikasikan dengan baik kepada seluruh masyarakat.

Kemudian, untuk mendukung langkah pemerintah dalam memaksimalkan upaya penanganan kasus Covid-19, kami mengajak seluruh masyarakat Jambi dapat menerapkan imbauan pembatasan fisik secara maksimal dan penuh tanggung jawab dengan menghindari keramaian, membatasi perjalanan, dan menggunakan masker apabila memang terpaksa keluar dari rumah. Jika melihat ada gejala-gejala Covid-19 pada diri sendiri maupun orang sekitar, segera menghubungi Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan bantuan pertama. Karena yang harus dijauhi bukan orangnya, tapi penyakitnya. Untuk sementara ini, masker yang disarankan untuk digunakan adalah masker kain dan bukan masker medis yang diutamakan untuk tenaga medis. Selain itu, masyarakat wajib melaksanakan etika saat batuk/bersin dan tidak melakukan panic buying terutama untuk kebutuhan bahan pokok, yang akan berakibat pada kelangkaan dan kenaikan harga.

Di tengah pandemi dan di bulan baik ini, mari kita jadikan masa ini sebagai momentum untuk berbuat baik dan tolong-menolong satu sama lain. Mari bersama hilangkan stigma dari pandemi Covid-19 dengan terus mendukung tenaga medis kita, pemerintah kita, dan bantu tetangga atau orang-orang di sekitar kita yang mengalami dampak Covid-19 baik secara mental, sosial, dan ekonomi. Inilah saatnya kita buktikan bahwa kita tetap satu, meski tidak bertemu.
- - - - - - - - -
Artikel ini merupakan hasil Online Talk Episode 2 dengan tema “Refleksi Penanganan Covid-19 di Berbagai Negara” yang dilaksanakan oleh Ikatan Diaspora Muda Jambi (IDM Jambi) pada tanggal 5 April 2020.

Ikatan Diaspora Muda Jambi (IDM Jambi) merupakan organisasi kepemudaan non-profit yang didirikan sebagai wadah untuk pemuda asal Provinsi Jambi yang sedang dan telah berkarya di luar negeri agar dapat saling terhubung. Yang terdiri dari mahasiswa (S1, S2, S3, danpostdoctoral), alumni Universitas di luar negeri, dan pekerja profesional.

Artikel ditulis oleh: Meiliza Fitri, S.T., M.Eng (Alumni Department of Energy and Resources Engineering, Chonnam National University, Korea Selatan)


Berita Terkait