iklan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), di kantor Gubernur (25/9).
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), di kantor Gubernur (25/9). (Foto: aba)

Sementara itu Ketua PMII UIN STS Jambi Beni Rustandi mengatakan dari demo kali ini Gubernur memang telah membuat kesepakatan untuk mencabut izin perusahaan yang terlibat karhutla di Jambi. "Nanti PMII akan evaluasi apa berjalan hasil audiensi ini dengan Gubernur atau tidak," ujarnya.

Sementara itu Gubernur Jambi Fachrori Umar yang datang menemui massa mengatakan perihal Karhutla sudah ditanganinya bekerja sama dengan pihak terkait. Dan tuntutan mahasiswa tetap diterima pihaknua. "Kita sudah bekerja sama untuk memadamkan dengan Satgasgab Karhutla, meninjau lokasi di Kumpeh. Kita telah berupaya," katanya.

Tak hanya itu saat menemui PMII Fachrori juga melantunkan pantun andalannya. Namun kali ini ternyata mahasiswa juga sudah menyiapkan pantun balasan. "Anak mudo pergi ke Sipin, Orang tuo pergi ke gurun, Kalau Bapak dak telap jadi pemimpin, lebih baik turun," ujarnya yang disambut teriakan sorakan massa PMII. (aba)


Berita Terkait



add images