iklan

Pengamat Ekonomi Universitas Jambi Prof. Dr Hariadi SE, MMS menyampaikan yang perlu difikirkan setelah ibukota baru resmi ditetapkan yakni akses dan lobi ke pusat agar tak ketinggalan lagi. “Tugas pemprov merancang pembukaan jalur langsung ke Kaltim, untuk coastnya bisa yang lebih murah, itu harus dipikirkan dari sekarang,” katanya.

Langkah kedepan dia mengemukakan jika tak dirancang dan lobi dengan serius maka penerbangan langsung bisa saja tak terealisasi. “Karena jangankan itu untuk landasan pacu peningkatan dari 2200 ke 2600 saja sulit kita peningktan, jadi pejabat terkait harus kerja keras dari sekarang bisa saja kan sambil perjalanan dinas sekarang dimulailah pembicaraan untuk akses ke Kaltim, karena nanti jauh lo ibukotanya,” katanya.

Yang perlu ditegaskan juga belajar dari sejarah buruk perjalanan dinas dahulu Hariyadi menyebut pejabat kebanyakan perjlanan dinas sehingga lupa menerapkan ilmunya di daerah. “Jangan lagi selalu perjalan Dinas tapi tak ada hasilnya untuk kemajuan daerah, itu nanti mindset yang perlu ditumbuhkan, harus efektif ,” katanya.

Untuk plus minusnya Hariyadi menyebut tentu ada bagi Jambi. “Saya rasa nanti akan seperti negara lain juga, dimana Jakarta masih jadi bandar niaga sementara Kaltim jadi pusat pemerinthan, dan untuk pengurusan izin bakal lebih sederhana karena bakal banyak yang dilimpahkan ke daerah untuk turunkan biaya perjalan dinas,” tandasnya.(aba)


Berita Terkait



add images