iklan Foto bersama tim Rumah Aspirasi H Bakri. Foto : Ist
Foto bersama tim Rumah Aspirasi H Bakri. Foto : Ist

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Tahun 2019 di kementrian PU mulai menangani pembangunan rehab sekolah, mulai dari bangun RKB sampai rehab ringan.

Sebelumnya tim rumah aspirasi H Bakri telah menerima data dari masing masing daerah untuk diusulkan ke pusat mencapai 200 sekolah, akan tetapi usulan tersebut tidak sepenuhnya bisa di laksanakan.

"Ya untuk mendapatkan rehab sekolah ini, salah satu syaratnya terluar, terdepan, terjauh," ujar Satker PBL Azna Legawati yang menangani Program rehab sekolah ini.

Lebih lanjut Azna menambahkan, kelemahan dalam usulan Rehab sekolah tahun ini, kurang memperhatikan syarat yang di ajukan pemerintah pusat, yakni kerusakan 45% RKB yang menjadi syarat utama, sehingga ratusan usulan tidak dapat di penuhi.

"Ya mungkin ini karna tahun pertama kementrian kementrian PU menangani, jadi beberapa kelmahan masih saja terjadi, ke depan akan terus berbenah," ujarnya
Sementara H Bakri, melalui tim rumah aspirasinya, menyampaikan, untuk ke depan, agar bisa diawasi usulannya, harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, sehingga sekolah-sekolah rusak bisa ditangani menggunakan APBN.

"Selagi bisa menggunakan APBN membangun sekolah, pergunakan APBN, Sehingga APBD yang kecil, bisa menangani sektor lain," ujarnya
(ist)


Berita Terkait



add images