iklan Ilustrasi. Foto : Net
Ilustrasi. Foto : Net

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Masyarakat Kota Jambi khususnya pasangan usia subur lebih banyak menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek dibandingkan jangka panjang. 

Padahal pemerintah melalui BKKBN sudah menghimbau pasangan subur untuk menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang. Hal ini disampaikan oleh Rasyid Ridho, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi.

Selama lima tahun terakhir sejak 2013-2018, yang menjadi catatan dari OPD yang dipimpinnya adalah masih enggannya pasangan subur menggunakan alat kontrasepsi. Inilah yang menjadi tugasnya agar pasangan subur menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang.

Ini menjadi kendala. Banyak pasangan yang enggan menggunakan untuk jangka panjang. Ada berbagai alasan seperti takut, khawatir, tidak nyaman dan lainnya.

Inilah yang menjadi PR kita kedepannya untuk menekan angka ini, katanya saat ditemui usai menggelar hearing bersama pansus IV LKPJ akhir masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota Jambi di gedung DPRD Kota Jambi, Senin (29/10).

Dikatakannya, berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dari 130 ribuan penduduk di Kota Jambi, sebanyak 90 ribuan merupakan pasangan usia subur.

Dari 90 ribu inilah yang menjadi tugasnya untuk mengajak pasangan menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang. Mereka lebih memilih menggunakan pil KB, atau suntik. Tidak banyak yang menggunakan IUD, implan dan lainnya untuk jangka panjang, sebutnya. (hfz)


Berita Terkait



add images