JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Air Sungai Batanghari dinyatakan tak layak lagi untuk dikonsumsi. Itu diakui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi.
Hal ini karena beberapa indikasi, seperti, telah berwarna dan melewati ambang batas kandungan e-coli. Hasil pemantauan tercemarnya air Sungai Batanghari ini baru diumumkan akhir November oleh DLH Provinsi Jambi.
Evi Frimawati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi mengatakan, kualitas air Sungai Batanghari sudah tidak baik lagi untuk konsumsi masyarakat.
Air yang sehat harusnya tidak berwarna, tidak berminyak dan tidak berbau, katanya, saat dikonfirmasi jambiupdate.co, (19/10).
Dari segi kandungan e-coli, Evi menyampaikan bahwa sudah melewati ambang batas di angka 300 hingga 320. Sedangkan normalnya di angka 100.
Meski dimasak, air tersebut tidak aman untuk diminum karena mengandung bakteri, ujarnya lagi.
Namun, ada pengecualian bila air Sungai Batanghari ini diolah oleh perusahaan air bersih terlebih dahulu. Kalau memakai proses dan alat yang dimiliki PDAM, air tersebut barulah aman dikonsumsi, akunya. (aba)
