iklan Ilustrasi. Foto : Net
Ilustrasi. Foto : Net

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar berpengaruh pada harga di Kota Jambi. Salah satunya harga tempe. Makanan asli Indonesia ini harganya memang tidak naik, namun, pembelinya menghilang.

Itu diakui Jufri, salah seorang pedangang Tempe di Pasar Angso Duo Kota Jambi, mengakui bahwa kini pembeli tempe jauh berkurang. Dia pun menengarai ini dikarenakan harga dollar yang melambung, sehingga menyebabkan kesulitan masyarakat.

Harga kita tetap normal seperti biasa, namun anehnya pembeli sepi, sampainya.

Alhasil Jufri menyebut dia terpaksa mengurangi produksinya. Sehari Jufri menyebut bisa memproduksi 2,5 Kwintal setiap harinya. Namun dengan tren sepi pembeli ini dia mengurangi jumlah produksinya.

Untuk harga tempe sendiri , secara kalkulasi kasar diluar daun, dan upah pegawai dia menyebut mendapatkan keuntungan Rp10 ribu perkilonya. Kalau harga kotornya dapat Rp12 kotor , diluar pengeluaran kita, sebutnya.

Sementara untuk harga tempe sendiri jufri menyebut masih berkisar Rp3 ribu hingga Rp4 Ribu perpotongnya sesuai ukuran. Sementara untuk bahan dasar pembuat tempe ini sendiri (kedelai, red) Jufri menyebut masih berada diangkan normal Rp7.600;. Harga kedelai tidak naik , walaupun dollar naik, tandasnya. (aba)


Berita Terkait



add images