JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Penyakit jantung masih menjadi salah satu pembunuh nomor satu di Indonesia. Namun demikian, di Provinsi Jambi, ternyata sebagian besar rumah sakit plat merah masih ada beberapa daerah yang sama sekali tidak memiliki dokter spesialis jantung.
Kalau ada warganya yang sakit, tentu harus dirujuk ke daerah lain. Daerah itu antara lain, Kerinci, Sungai Penuh dan juga Tebo serta bebera kabupaten lainnya di Provinsi Jambi.
Untuk rumah sakit di Kabupaten Kerinci, saat ini tidak mempunyai dokter spesialis Jantung. Padahal menurut kebutuhan, harus ada 1 spesialias jantung, ungkap Yuldi Candra, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kerinci.
Di Tanjab Barat, juga tidak terdapat dokter spesialis jantung. Namun menurut Direktur RSUD Daud Arief, Tanjab Barat, dr. Elfy syahril untuk dokter jantung memang harus berada di rumah sakit tipe B.
Sementara itu, hingga tahun 2018 Kabupaten Merangin juga belum memiliki Dokter Spesialis Jantung, padahal menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, Solahudin, dengan luas dan jumlah penduduk Kabupaten Merangin saat ini setidaknya minimal memiliki 1 Dokter Spesialis Jantung.
Sebenarnya kita Kabupaten Merangin sangat memerlukan spesialis jantung, sementara penyakit jantung khususnya di Kabupaten Merangin sangat marak, jelas Solahudin Kepala Dinas Kesehatan.
Di Kabupaten Sarolangun, dokter spesialis jantung juga tidak ada. Dan saat ini memang sangat dibutuhkan, ujar Hermanto, Kabid Pelayanan dan Medis RSUD Chatib Quzwain Sarolangun.
Lalu, bagaimana dengan RSU Raden Mataher Jambi yang notabenenya merupakan RS plat merah milik Pemprov dan terbesar di Provinsi Jambi? sebagai salah satu rumah sakit representatif di Jambi, setidaknya ada 4 dokter spesialis jantung yang mengabdi.
Jumlah itu pun menurut pihak RSUD dianggap cukup untuk rataan 40 pengunjung per harinya. (aba/hfz/ptm/hnd/era/sun/rza/adi/wwn/bjg)