iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Kedatangan kloter 20 asal Jambi disambut dengan kesiapan yang cukup baik dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Salah satu yang mencolok adalah penggunaan rekam biometrik. Atau alat merekam poto dan sidik jari JCH.

Randi , selaku Person In Charge Biometrik dari Jakarta menyampaikan untuk penerapan alat ini , mendapat pelatihan terlebih dahulu. Karena sebelumnya alat ini dipergunakan di Bandara Arab Saudi. "Tenaga dari Jakarta dan tenaga lokal yang mendapat pelatihan penggunaan Biometrik ini," sebutnya.

Untuk pelaksanaan perekaman sendiri kata Randi , sebenarnya membutuhkan waktu kilat saja. Tetapi untuk pendataan nama dan lainnya paling tidak membutuhkan waktu hingga 2 menit saja. "Kalau di Arab Saudi sampai 6 jam karena antri , disini tidak ," sebutnya.

Namun di lapangan , terlihat baru 3 alat rekam biometrik yang ada di meja panitia. "Sebenarnya ada 12 alat biometrik , namun perkembangannya lagi di bandara STS Jambi , hari ini mungkin akan sampai," ujar pria yang ditugaskan bertanggung jawab atas alat rekam biometrik ini.

Sementara itu kakanwil Kemenag Provinsi Jambi , Muhammad menyampaiakan pihaknya akan melaksanakan pelayanan sistematis. "Untuk biometrik kita cukup terbantu , bahkan bisa satu unit saja bisa siap," sampainya.

Pantauan Jambiupdate.co tampak tahapan yang dilalui dari awal adalah pembagian gelang identitas, pembagian living coast sebesar 1500 ryal, peyerahan prnggantian paspor, pembagian makanan tambahan , pembagian kamar, pemeriksaan kesehatan, dan terakhir biometrik. (aba)


Berita Terkait



add images