iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto menyebutkan jika jumlah Indonesia sudah dalam keadaan bahaya. Hutang negera terus bertambah dan Indonesia tidak lagi menguasai kekayaan negaranya.

"Maka hutang kita makin bengkak. Uang negara juga bocor hingga 1.000 tribunal tiap tahun," ujarnya dalam kuliah umum bersama Mahasiwa Jambi di ACC, Kamis (26/7).

Prabowo mengaku kebocoran itu sudah disampaikannya sejak lama. Namun malah ada pihaknya yang menyebut dirinya hanya tidak mengerti dan mengada ngada.

"Dari dulu saya sudah menyampaikan itu. Menteri Susi saja menyebut 2.000 triliun kebocorannya, dua kali lipat dari yang saya sebutkan," katanya.

Tidak hanya itu, BUMN juga dalam keadaan memperihatinkan. "Ini semua saya dapatkan dari statistik kementerian keuangan," terangnya.

Menurutnya, ada beberapa BUMN yang seharusnya memiliki potensi seperti Garuda, Pertamina, PLN. Tapi mereka juga merugi dan ada yang sudah menjual asetnya.

"Negara kita dalam keadaan prihatin. BPJS saja sudah pinjam uang 3 bulan. Kita juga pinjam uang untuk bayar gaji, kita hutang. Kekayaan negara kita sudah tidak kita miliki," tukansya. (aiz)


Berita Terkait



add images