iklan Ustaz Abdul Somad (UAS).
Ustaz Abdul Somad (UAS).

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA - Polri bersikap tegas menyikapi munculnya surat Ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) meminta agar Ustaz Abdul Somad (UAS) tidak diberikan izin berceramah di Pedurungan, Mijen, Semarang, Jateng.

Polri menyatakan bahwa Ormas tidak memiliki kewenangan melarang sebuah acara atau kedatangan seseorang.

Menanggapi surat tersebut, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menjelaskan bahwa siapapun yang mengeluarkan surat itu diperbolehkan. Namun, belum tentu memiliki kekuatan hukum yang tetap.

Masa ada ormas kok melarang, yang bisa melarang atas nama undang-undang institusi pemerintah, seperti Polri, terangnya, Rabu (25/7).

Ormas tidak bisa melakukan tindakan-tindakan seperti kepolisian. Apalagi, berupaya menggunakan kekuatan memaksa. Ada contohnya, waktu Ramadan lalu, tidak boleh ada sweeping. Merampas sesuatu untuk berhenti itu tidak boleh, melanggar hak asasi manusia (HAM) ITU, ujarnya.

Menurutnya, saat ini Polda Jawa Tengah telah mengambil tindakan untuk menjembatani sejumlah pihak. Agar semua pihak bisa menciptakan keamanan yang kondusif. Tentunya, jelang tabligh akbar dengan penceramah UAS, paparnya.

Bahkan, bila ormas tetap tidak mengurungkan niat maka, Polri akan siap menegakkan hukum bila terjadi tindak pidana. Kalau ada tindakan fisik, kami lihat ada tidak pidananya, papar jenderal berbintang satu tersebut.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad sempat beberapa kali menjadi korban persekusi, salah satunya waktu akan ceramah di Bali beberapa waktu lalu. Larangan untuk berceramah itu membuat masyarakat terbelah pendapatnya. (idr)


Sumber: www.jpnn.com

Berita Terkait



add images