JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar, mengemukakan, musyawarah perencanaan pembangunan merupakan penguatan perencaan pembangunan, untuk yakni untuk memperkuat perencaanaan pembangunan Provinsi Jambi.
Hal tersebut disampaikan Fachrori dalam Musrenbang Perubahan RPJMD Provinsi Jambi 2016- 2021di Ruang Mayang Mangurai Bapedda Provinsi Jambi, Senin (23/7).
Dalam musrenbang tersebut dihadirkan dua orang narasumber, yakni Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI Dr.Syarifuddin dan Direktur Otonomi Daerah Bappenas RI Ir.R Aryawan Soetiarso Poetro,M.Si.
Fachrori menjelaskan, Musrenbang perubahan ini merupakan bagian penting dalam rangka pembahasan rancangan RKPD Provinsi Jambi Tahun 2019.
Pada tahun 2017 realisasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi adakah sebesar 4,6%, lebih rendah dari target sebelumnya. Untuk itu dilakukan penyesuaian pada target-taeget hingga akhir periode RPJMD dimana pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,0 % dan hingga tahun 2021 diitargetkan sebesar 6,2%," jelasnya.
Untuk indikator PDRB per kapita juga dilakukan penyesuaian dimana realisasi pada tahun 2017 adalah sebesar 38,85 juta rupiah, lebih rendah dari target yang telah ditetapkan sebelumnya 39,02 juta rupiah.
"Sehingga pada tahun 2018 target disesuaikan menjadi 40,03 juta rupiah dan pada akhir periode RPJMD ditargetkan menjadi 44,15 juta rupiah," bebernya.
Pemberantasan kemiskinan merupakan tantangan global terbesar yang dihadapi dunia saat ini demikian pula Provinsi Jambi . Pada tahun 2017 persentase penduduk miskin Provinsi Jambi adalah sebesar 7,9 persen, lebih tinggi dibandingkan target yang telah ditetapkan sebelumnya yang sebesar 7,83 persen.
"Untuk itu, penyesuaian juga dilakukan pada indikator kemiskinan, sehingga di tahun 2021 persentase penduduk miskin ditargetkan sebesar 7,4 persen," tukasnya. (*/wan)
