JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Berbagai kalangan menggeluti hobi kicau mania. Tak ada yang membatasi. Hingga seorang anggota TNI AD. Dia adalah Kapten Amru. Berikut ceritanya.
DONI SAPUTRA
PERKEMBANGAN kicau mania di Kota Jambi, sejauh ini cukup pesat. Penghobi burung berkicau pun datang dari berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat biasa, pengusaha hingga ke aparat. Baik TNI maupun Polri.
Salah satu kicau mania jempolan di Jambi, yakni Kapten Amru SE MM. Dia merupakan Pasi Intel Kodim 0415/ Batanghari.
Kepada jambiupdate, pria kelahiran Muarobungo, 05 Oktober 1976, ini menyatakan dirinya memang hobi memelihara burung berkicau. Baginya, mendengar suara burung dengan kicauan indah memiliki kepuasan tersendiri.
"Jadi, memelihara burung kicau ini memang hobi saya sejak dulu," ujar Kapten Amru, di kediamannnya di asrama Kodim 0415/Batanghari, Sabtu (21/7).
Menurut ayah dua orang anak ini, Dia menggeluti dunia kicau sejak SMA sekitar tahun 1995 silam. Hingga saat ini, hobinya memang tak pernah pudar. Tak lekang oleh waktu.
"Memang waktu dulu di dusun banyak burung. Hobi burung karena senang kicau, kemudian asik merawat burung sehingga menjadi juara," katanya.
Dia sudah banyak mengorbitkan burung jawara. Tentunya ini dengan pengalamannya yang sudah puluhan tahun. Khususnya Murai Batu yang dikenal dengan kicauan indah.
"Sudah banyak burung kita yang juara," kata suami Indah Trisna Juwita SH, ini.
Baginya, mencetak burung juara menjadi kepuasan tersendiri. Kini Dia memiliki 8 ekor murai batu dengan prospek meyakinkan. Kemudian, Kapas Tembak 3 ekor, Love Bird 6, Cucak Ijo 2 ekor, Cililin 3 ekor serta beberapa burung masteran lainnya.
Khusus murai batu, kata Dia, didatangkan sari seluruh Nusantara. Ada Murai Bati dengan nama Granat dari Aceh yang saat ini lagi mabung. Maestro dari Tegal dari penangkaran murai nusantara. Panglima dari Cirebon lagi mabung, orik dari Jambi, trah Rampok dari Tegal. Namun, andalannya Rajo Alam murai asli Jambi.
"Saat ini Rajo Alam baru selesai mabung dan akan dipersiapkan untuk Kapolda Cup pada 5 Agustus 2018," bebernya.
Baginya, kepuasan dalam hobi kicau ini pada saat burung masuk nominasi saat lomba. "Kita memang kita yang mencetak, bukan beli jadi. Setingan yang kita buat berhasil meraih juara. Jadi memang situ kepuasannya," katanya.
Saat ditanya bagaimana membagi waktu dalam memelihara burung dengan waktu dinas, Dia mengaku meluangkan waktu dengan teratut.
"Selesai solat subuh mulai merawat burung. Mulai menyiapkan pakan hingga pengembunan. Kemudian pas saat Isoma siang hari dan selesai jam kantor," katanya.
Hobinya sejalan dengan sang istri yang tak melarang. Kata Dia, sejauh ini istri dan anak sangat mendukung hobi kicau manian. Termasuk anak-anak juga hobi kicau mania.
Untuk sangkar sendiri, Kapten Amru memilih produk ternama di Solo, Jawa Tengah yang berbahan jati super.
Diungkapkannya, kicau mania di Jambi sangat bagus. Penghobinya banyak sekali. Prospek kicau mania sangat pesat. Hampir di setiap sudut kota ada lapangan untuk latihan prestasi.
"Setiap hari ada lapangan yang menyediakan untuk melatih burung," bebernya.
Kini, beliau juga membuat klub sendiri. Dimana, Dia menamai klub burung yang didirikannya SF Senapati 96 Jambi. (***)
