JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Dipo Ilham Djalil mencemaskan jumlah tenaga kerja di sektor industri ritel, manufaktur, serta pertanian dan perkebunan paling mengalami penurunan. Tahun ini rata-rata jumlah tenaga kerja di ketiga sektor ini berkurang sekitar 1-2 persen.
Penurunan ini tentunya patut kita khawatirkan. Karena pintu PHK sangat terbuka, ujarnya.
Penurunan jumlah tenaga kerja di sektor ritel disebabkan adanya gempuran teknologi dan digitalisasi yang membuat perusahaan kerap melakukan efisiensi. Belum lagi, ada peningkatan beban operasional yang meningkat, salah satunya dari biaya logistik.
Di sektor industri manufaktur karena bergesernya kemampuan sumber daya manusia (SDM) di dalam negeri. Hal ini terjadi lantaran akar ilmu dan kurikulum yang digunakan dianggap tak lagi relevan.
Penurunan jumlah tenaga kerja ini bisa juga karena pergeseran orientasi kerja masyarakat yang semula ingin bekerja formal, kini lebih menggantungkan hidupnya pada sektor informal, ucapnya.
Berdasarkan data Statistik, terjadi kenaikan jumlah pengangguran di Indonesia sebesar 10 ribu orang menjadi 7,04 juta orang pada Agustus 2017. Sedangkan jumlah pengangguran pada Agustus 2016 sebesar 7,03 juta orang.
Ini tentu harus menjadi bahan kajian banyak pihak. Setidanya ini tidak membuat ekonomi kita menurun dan lesu, pungkasnya. (aiz)