iklan Anggota DPR RI, Sutan Adil Hendra bersama guru guru swasta di jambi.
Anggota DPR RI, Sutan Adil Hendra bersama guru guru swasta di jambi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Infassing (penyetaraan) guru merupakan pengakuan pemerintah terhadap profesi guru, sehingga harkat dan martabat profesi mereka selaku pendidik sama dengan guru yang PNS, tercatat dalam data base pendidikan nasional sebagai orang yang memiliki profesi guru.

Mengingat pentingnya SK Infassing ini bagi perluasan kesempatan guru untuk berkembang dan memperoleh kesejahteraan, maka pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) merupakan salah satu legislator yang paling rajin memperjuangkan SK inpassing guru baik itu di seluruh wilayah tanah air termasuk provinsi Jambi.
 
Pernyataan ini di sampaikan Farida salah seorang guru yang SK penyetaraannya berhasil SAH perjuangkan. Dalam acara (5/8) kemarin guru SD AL Azhar Jambi tersebut terlihat langsung menerima SK Infassing dari SAH sebagai anggota DPR provinsi Jambi yang telah memperjuangkan percepatan turunnya SK tersebut di Jakarta.
 
" Saya dan kawan - kawan terima kasih atas usaha pak SAH dalam memperjuangkan SK Infassing bagi guru - guru Al azhar, jarang sekali ada pejabat seperti beliau mau turun tangan memperjuangkan nasib guru swasta di Jambi, ungkapnya. "
 
Apalagi menurutnya proses ini dilakukan SAH dengan cepat dan tanpa biaya sepeserpun, kami masukan daftar usulan nama dan SK ini keluar dari kementerian di Jakarta sana.
 
" Pak SAH memperjuangkan SK infassing dengan telaten tanpa birokrasi yang rumit dan kami tidak mengeluarkan biaya sama sekali. "
 
Keberhasilan SAH dalam memperjuangkan SK infassing guru ini dinilai praktisi pendidikan Rida Novrida S.Pd. Msi. sebagai usaha untuk mengangkat harkat dan martabat guru di Jambi.
 
" SAH saya nilai berhasil mengangkat harkat martabat guru untuk di akui profesinya sebagai pendidik, inilah yang menjadi kelebihan beliau sebagai anggota DPR RI dari provinsi Jambi, berbuat untuk masyarakat. "
 
Kita masyarakat pantas bangga atas usaha beliau dalam membantu dunia pendidikan di Jambi, pungkas Istruktur nasional mata pelajaran matematika tersebut.(*/wan) 

Berita Terkait



add images