JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Dewasa ini pariwisata perlu menjadi prioritas pembangunan ekonomi secara nasional dan lokal, hal ini berkaca pada kenyataan menipisnya cadangan minyak dan gas serta makin tidak menentunya harga komoditi perkebunan karet dan sawit yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Penegasan ini di sampaikan anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) ketika memberi pembekalan teknis sinergisitas promosi wisata provinsi Jambi di Swiss Bell Hotel (5/8) kemarin.
"Migas kita semangkin menipis, harga karet dan sawit pun makin tak menentu , sehingga Jambi harus segera beralih kepada pembangunan ekonomi pariwisata yang potensial untuk di kembangkan. "
Menurut pimpinan Komisi DPR yang membidangi pariwisata tersebut cara pandang masyarakat Jambi tentang pemberdayaan ekonomi harus berubah.
"Mindset berfikir masyarakat dari yang semula menganggap karet dan sawit sebagai tumpuan, harus bergeser menjadi wirausaha wisata berbasis pada kreativitas dan sumber daya lokal."
Bahkan anggota Fraksi Gerindra DPR itu mencontohkan di daerah - daerah yang potensi wisata seperti Kerinci dan Jangkat bisa memulai dari membuka penginapan (Home Stay), kerajinan tangan dan makanan ataupun sekedar tour guide kepada wisatawan lokal.
"Saya pernah tanya kepada pemilik home stay di Jangkat Merangin selama liburan lebaran kemarin saja mereka memiliki pendapatan lebih dari 30 juta atas sewa kamar dari tamu yang berkunjung. "
Jumlah ini menurutnya setara dengan 10 bulan pendapatan mereka dari menyadap karet di kebun, dan belum lagi jika mereka lebih kreatif mengembangkan varian usaha seperti menjual oleh - oleh makanan dan kerajinan tangan, hasilnya bisa lebih besar lagi, ungkap legislator termashur 2016 kemarin tersebut.
Namun SAH mengakui untuk membina kreativitas masyarakat seperti ini butuh pendampingan dari pemerintah baik itu secara swadaya melalui kelompok penggerak wisata masyarakat maupun bimbingan teknis dari pemerintah.
"Daerah yang potensial wisata harus kita bimbing masyarakatnya untuk berfikir maju, belajar dan menata diri untuk berwira usaha di bidang pariwisata. "
Untuk itu dalam APBN 2018 nanti SAH menargetkan akan banyak program bimbingan teknis promosi dan usaha pariwisata lokal seperti bagaimana membuka home stay yang baik, memasarkan produk UKM dan menjadi tuan rumah atau Guide yang baik bagi tamu yang berkunjung, tandasnya. (*/wan)
