iklan Batu Satam, Upil Naga Dari Pulau Belitung.
Batu Satam, Upil Naga Dari Pulau Belitung.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pulau Belitung ternyata bukan hanya menyuguhkan pantai cantik dengan gugusan batu granit yang menjulang tinggi besar semata. Namun, ada sesuatu yang unik dan menarik yang tak dapat ditemukan di daerah lain.

Seperti halnya dengan Batu Satam. Konon kabarnya, batu yang berwarna hitam dengan guliran serat ini cuma ada di beberapa daerah saja, salah satunya Belitung Timur. 

Tak tanggung-tanggung, Batu Bertuah Satam ini telah menjadi ikon dari Belitung itu sendiri. Karena tergolong langka, maka Batu Satam ini harganya pun mahal. 

Berdasarkan penelusuran jambiupdate.co, dalam rangkaian acara Media Gathering dan Media Kompetisi 2017 SKK Migas-KKS Wilayah Jambi  Bersama FJM Jambi, Ino (32) salah satu penjual Batu Satam, mengatakan, Batu Satam itu sendiri diberi harga tergantung dari ukurannya. Bahkan ada juga yang diberi harga hingga jutaan rupiah.

"Kalau saya jualnya mulai dari harga Rp. 100 untuk ukuran kecilnya. Ada juga yang beratnya  sekitar 60 gram saya jual Rp. 2 juta," ujarnya saat diwawancarai Jambiupdate.co, di sekitaran pantai Belitung, Rabu (2/8).

Di daerah asalnya, Batu Satam ternyata memiliki nama sebutan lainnya, seperi misalnya Black Meteorite, Upil Naga atau Empedu Pasir. Bahkan konon mitos batu ini, lanjut Ino, dipercaya bisa dijadikan obat untuk berbagai jenis penyakit dan penangkal sihir.

"Banyak orang juga mengatakan kalau batu Satam ini bisa untuk menolak kesialan. Ada juga yang menyebutkan untuk jadi obat berbagai penyakit," jelasnya.

Sejauh ini, Batu Satam memang menjadi salah satu kerajinan warga setempat. Batu yang berjuluk upil naga ini sering digunakan untuk membuat perhiasan seperti cincin, kalung dan berbagai handicraft lainnya.

"Ceritanya batu ini adalah meteor yang jatuh dulu. Lalu ditemukan oleh penambang timah. Susah nyarinya mas, kalau ketemu pun keberuntungan aja," tambahnya.

Batu Satam memiliki ciri-ciri berbentuk fisik bulat, lonjong, ada pula yang berbentuk tak beraturan atau dalam bentuk sudah pecah atau terbelah yang sering di sebut dengan suiseki. Ciri khas batu ini pada permukaannya memiliki goretan yang terukir secara alami. (wan)


Berita Terkait



add images