iklan Kunjungan Komisi X ke Sumba Timur.
Kunjungan Komisi X ke Sumba Timur.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Kunjungan Komisi X DPR RI ke Kabupaten Sumba Timur provinsi NTT (31/7) kemarin menyempatkan meninjau Perpustakaan daerah di salah satu Kabupaten terluar di Indonesia tersebut.

Dalam kunjungan yang di pimpin Sutan Adil Hendra (SAH) tersebut Komisi DPR yang membidangi perpustakaan melihat kondisi sarana dan prasarana seperti gedung, koleksi buku, dan tata kelola perpustakaan termasuk interaksinya dengan masyarakat.

Dalam hal ini SAH yang merupakan pimpinan Komisi X DPR itu mengatakan kondisi perpustakaan di Sumba timur merupakan gambaran umum perpustakaan di pelosok tanah air.

" Kondisi perpustakaan di pelosok tanah air rata - rata butuh perhatian baik dalam peningkatan koleksi buku, fasilitas penunjang hingga peningkatan tata kelola. "

Bahkan anggota Fraksi partai Gerindra tersebut juga mengatakan ke depan masalah tata kelola perpustakaan harus menjadi perhatian pemerintah.

" Jika fasilitas yang kurang solusinya gampang tinggal kasih anggaran untuk bangun gedung ataupun menambah koleksi, tapi jika masalahnya pada tata kelola mau tak mau kita harus bangun sumber daya manusia yang mengelola. "

Karena menurut pria yang di kenal dengan penggagas program pemerataan beasiswa pendidikan tersebut, tata kelola perpustakaan masih menjadi titik lemah yang kentara dalam mengoptimalkan misi dari pustaka untuk meningkatkan minat baca dan mencerdaskan bangsa.

" Pustaka kita apalagi yang di pelosok tanah air sangat jarang di urus oleh pustakawan yang memiliki basis pendidikan atau pelatihan tentang pustaka, akibatnya sistem manajemen di pustaka tidak jalan. "

Akibatnya cara pandang mereka dalam mengelola pustaka juga menjadi ala kadarnya, karena minat dan ilmu mereka tidak di bidang pustaka.

Untuk itu SAH mengatakan dalam waktu dekat Komisi X DPR akan melakukan rapat dengan pemerintah untuk melakukan berbagai terobosan perbaikan tata kelola pustaka di Indonesia.

" Kita ingin ada terobosan dalam tata kelola perpustakaan salah satunya adanya penambahan formasi pustakawan di daerah, dan program pelatihan manajemen pustaka bagi pegawai yang ada di daerah secara nasional dari APBN. "

Hal ini penting dilakukan jika tidak Indonesia tertinggal dalam hal penyebar luasan ilmu pengetahuan.

" Malaysia saja di pedalaman serawak lima jam dari kota Kucing ada pustaka kecamatan yang punya koleksi ribuan jurnal internasional baik scopus dan thomson untuk kajian literatur, sedangkan kita pustaka masih berdebu karena kurang urus, ungkap SAH dengan nada pilu. "(*/wan) 


Berita Terkait



add images