JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Partai Amanat Nasional (PAN) bersama tiga fraksi lainnya memilih meninggalkan ruangan Paripurna DPR RI pada pengambilan keputusan pengesahan Rancangan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilu (RUU Pemilu) menjadi Undang-undang, Jumat (21/7).
Terkait hal ini, Wasekjen DPP PAN Dipo Ilham Djalil mengatakan, keputusan itu tindakan terbaik yang diambil partainya. Pasalnya, PAN lebih mengutamakan agar pengesahan RUU Pemilu menjadi UU dilakukan secara musyawarah mufakat.
Kita adalah fraksi pertama yang menyampaikan pandangan tidak mau ikut dalam mengambil keputusan melalui mekanisme voting. Kita ingin mengedepankan musyawarah mufakat seperti Pancasila sila keempat, ujarnya.
Dipo menjelaskan, apapun putusan yang diambil dalam Paripurna, partainya sangat menghormati. Karena pihaknya sadar sebuah perbedaan padangan adalah peristiwa yang lumrah terjadi.
"Perbedaan biasa saja, kita tetap tersenyum dan menghargai perbedaan yang lain. Tapi PAN menegaskan tidak akan ikut dan tidak akan bertanggungjawab atas keputusan voting RUU Pemilu, katanya.
Untuk itu, orang dekat Zulkifli Hasan ini menegaskan jika kurang tepat bila partainya disebut walkout. Menurutnya, PAN hanya tidak sependapat dengan apa yg akan diputuskan, karena ingin musyawarah mufakat. Jadi yang tepatnya bukan walk out, tapi abstain, katanya.
Politisi muda asal Jambi ini menegaskan, sikap yang diambil PAN bukan hanya persoalan koalisi. Tapi lebih jauh dari itu terkai soal nasib partai masing-masing. Ini mengenai nasib partai masing-masing. makanya kita ingin melihatnya juga lebih bijak, pungkasnya. (aiz)