JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Tahun ajaran baru 2017/2018 telah di mulai, salah satu indikator capaian yang di harapkan adalah terjadinya peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.
Di mana hal terpenting untuk mewujudkan pembelajaran yang berkualitas harus di barengi dengan peningkatan kesejahteraan pendidikan baik itu murid, guru dan sekolah itu sendiri.
Pernyataan ini di sampaikan pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) ketika menyampaikan harapannya di awal tahun ajaran baru sekolah kemarin (17/7) di senayan Jakarta.
"Kualitas pembelajaran itu harus linear dengan kesejahteraan pelaku pendidikan baik itu siswa, guru dan sekolah dalam hal sarana dan prasarannya," ujar SAH.
Terkait masalah kesejahteraan murid atau siswa SAH mengatakan pihaknya di DPR sangat mencermati dampak melemahnya perekonomian nasional tehadap pendidikan.
Menurut anggota Fraksi partai Gerindra tersebut data sementara karena situasi ekonomi sulit sekarang telah terjadi peningkatan angka putus sekolah di tingkat SD, SMP dan SMU.
"Lemahnya harga karet dan sawit di daerah telah memicu terjadi anak - anak putus sekolah di daerah," katanya.
Maka dalam rangka mengantisipasi ini SAH mengaku komisi X lagi memperjuangkan peningkatan dan pemerataan alokasi dana bantuan tunai bagi pelajar dan siswa di Indonesia.
"Dalam APBN perubahan 2017 ini kita menginginkan penambahan alokasi dana PIP bagi pelajar di Indonesia terutama di provinsi Jambi," tambahnya.
Khusus provinsi Jambi sendiri SAH mengatakan dirinya akan berusaha menambah kuota beasiswa PIP menjadi 80 ribu beasiswa dari jumlah 45 ribu beasiswa tahun 2016 kemarin.
Sehingga dengan penambahan ini ada peningkatan kesejahteraan pendidikan di provinsi Jambi secara signifikan, tandasnya. (*/wan)
