iklan Grafis data Bakal Calon Pilkada Merangin.
Grafis data Bakal Calon Pilkada Merangin.

JAMBIUPDATE.CO,MERANGIN- Konstelasi politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Merangin 2018 mulai sengit. Sejumlah kandidat mulai menunjukan taringnya untuk menarik simpati masyarakat.

Bahkan strategi telah diatur, dari pembentukan tim hingga pada lobi-lobi partai politik (Parpol) yang saat ini sedang berjalan. Harapannya agar tetap bisa melaju dan tentunya bisa memenangkan pertarungan di Bumi Tali Undang Tambang Teliti.

Manuver politikpun dilakukan, baik yang dilakukan figur secara individu maupun Parpol mulai terasa panas diawal  tahun ini. Bahkan, perbincangan di warung kopi, tempat makan, Toko -Toko hingga akun media sosial kini mendadak membela dan mempromosikan jagoannya masing-masing.

Tentunya hal ini tak terlepas dari kekuatan Basis masing -masing kandidat, di setiap wilayah asal calon masing -masing.

Misalnya incumbentAl haris yang merupakan putra asli Luhak 16 tentunya dimenilaimemiliki basis masa riil diwilayah Luhak 16.

Namun demikian, Haris tentunya tidak juga bisa dominan di Luhak 16. Pasalnya, pesaingSang Petahana itu juga muncul dari wilayah Luhak 16.

Salah satunya adalah Fauzi Ansori.  Ia dilahirkan di Luhak 16dan menetap sebagaiputra daerah Merangin. Hal ini tentu sedikit banyak berpengaruh terhadap suara Al Haris. Selain itu, Fauzi diyakini bisa merau suara pendatang di kawasan Sungai Tebal.

Melihat kekuatan partai, Al Haris diprediksibakal mengantongidukungan Golkarsedangkan Fauzi Ansori juga punya gerbong Demokrat mengingat posisinya sebagai Ketua DPC Demokrat Merangin. Selain itu,  Fauzi Ansori juga mengaku sudah mengantongi dukungan partai PKPI yang memilikidua kursi di DPRD.

Menggapi adanya dua kandidat yang maju dari Wilayah Luhak 16,  Fauzi Ansori mengaku, masyarakat Merangin saat ini sudah dewasa menyikapi dinamika politik tersebut.

Saya sangat meyakini bahwa masyarakat Merangin sudah jauh lebih cerdas dan dewasa dalam hal menyikapi dinamika politik. Sehingga masyarakat tidak mau terjebak dalam pengkotakan. Baik pengkotakan secara kewilayahan, maupun pengkotakan secara SARA. Sehingga tidak masalah beberapa kandidat lain yang maju bersamaan dari satu kawasan atau dapil,katanya.

Bahkan dia mengajak semua elemen untuk berpolitik santun, karena semua mempunyai niat untuk membangun Kabupaten Merangin.

 Saya juga tidak memandang kandidat lain sebagai pesaing. Melainkan sebagai partner atau kawan dalam ber-fastabiqul khairat atau berlomba dalam kebaikan,tambahnya.

Lalu bagaimana dengan posisi kandidat lainnya? Setali tiga uang, kondisi seperti ini tidka hanya terjadi di Luhak 16, tetapi juga terjadi di beberapa basis suara lainnya di Merangin.

Di Tabir, Nalim sebagai putra daerah Tabir akan mendapat saingan dari Effendi , calon Bupati Meranginyang juga merupakan putra daerah Tabir.  Berikut ada namakombes Suprapto yang juga berasal dari kawasan yang sama.Tentunya ketiga kandidatini mempunyai basis yang sama di wilayah Tabir.

Bedanya, Nalim yangmerupakan kader PAN dan mantan Bupati Merangin, mengaku sudah mengantongidukungan tiga partai untuk maju di Pilkada2018 mendatang.

Alhamdulillah, kita sudah punya tiga partai.Tiga partai ini belum bisa kita sebutkan karena secara resmi belum sah, nanti ada saatnya akan kita beberkan,ungkapnya.

Dirinya enggan menyebutkan, karena ia menilai, jika disebutkan nama-nama partai yang mengusungnya,ditakutkan kandidat lain tidak mau lagi mendaftar di partai tersebut.

Nanti saja, karena semua kandidat punya hak yang sama,ungkapnya.

Effendi Calon Bupatidari Tabir mengaku tidak mempermaslahkan hal tersebut, karena Tabir Raya tersebut merupakan wilayah terbesar di Kabupaten Merangin dan siapapun berhak untuk maju di Pilkada mendatang.

Siapapun orangnya mempunyai hak yang sama, jika nanti hanya ada salah satu yang bisa maju kita tetap legowo. Namun saya optimismaju dan bisa. Bahkan saya sudah menyerahkan formulir di beberapa partai dan saya optimis mendapat dukungan,ujarnya.

Dai Wilayah Pangkalan Jambu, Sungai Manau  hingga Renah Pembarap ada nama M Syukur, anggota DPD RIputra daerah Sungai Manau yang juga mempunya basis diwilayah tersebut.

Namun Syukur juga tidak bisa aman di basisnya. Karena diwilayah tersebut Juga ada satu kandidat yang juga terus bersosialisasi yakni Zainul Arpan, mantan Ketua DPRD Merangin yang kini anggota DPRD Provinsi Jambi. Zainul tentunya patut diwaspadai, ia memiliki popularitas cukup tinggi, dibuktikan dengan lolosnya ia ke DPRD Provinsi Jambi dari Dapil Merangin-Sarolangun. Artinya, secara elektabilitas, kader potensial PDIP itu juga tidak kalah.

 Tidak masalah, semua memiliki hak yang sama di NKRI ini, tergantung proses berjalan nantinya. Sayasangat optimis bisa diusung PDIP. Tentu kita mengacu pada survei. Karena kader mempunyai hak yang sama, ujarZainul Arfan.

Menariknya, di wilayah Pemenang, saat ini hanya muncul satu nama yakni M Salam, jika dilihat dari keterwakilan wilayah. Salam juga memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi. Buktinya, ia juga lolos ke DPRD Provinsi Jambi dari Hanura Dapil Merangin-Sarolangun. 

Selain itu, nama Salam juga sudah cukup dikenal di Merangin karena pernah bertarung di Pilkada Merangin 5 tahun lalu mendampingi Nalim. Tentu ini sedikit banyak bisa dijadikan modal dasar bagi Salam untuk bertarung lagi tahun depan.

Hanya saja, meski tunggal, Salam juga tidak bisa duduk manis. Pasalnya, pemilih di Pamenang didominasi oleh pemilih Jawa, sementara di Merangin sendiri, ada dua kandidat yang bakal maju dari latar belakang etnis Jawa.

Mereka adalah Wakil Bupati Merangin saat ini Hafied Moein dan mantan Kadis Pendidikan Merangin Mashuri yang juga Ketua Forum Jawa Merangin. Keduanya juga diyakini akan dapat merangkul suara Jawa di Merangin, sehingga suara Jawa tidak akan bulat ke satu kandidat.

Khafied saat ini tercatat sebagai kader PDIP. Dengan raihan 4 kursi DPRD, tentu PDIP mengincar posisi nomor satu di Merangin. Buktinya, secara terang-terangan Khafied sudah menyatakan tekadnya maju kembali dalam Pilkada Merangin, namun bukan sebagai calon wakil melainkan calonbupati. Artinya, sinyal positif perceraian  pasangan Harkad (Haris-Khafied) di Pilkada 2018 mendatang kian terang-benderang.

Basis Jawa juga tidak hanya tersebar di Pamenang, akan tetapi juga tersebar di Tabir Raya. Kondisi ini tentunya patut diwaspadai semua kandidat.

Isu yang bergulir di kalangan sebagian masyarakat bahwa Harkad saat ini tidak lagi akan berdampingan tentunya akan menjadi kesempatan bagi partai lain yang sudah mulai membuka pembicaraan politik. Jika melihat kombinasi partai antara keduanya yakni duet PDIP dan Golkar akan terpecah.

Kalau Allah memberi jalan, Insya Allah saya akan bertekad kembali untuk mengabdi bagi Kabupaten Merangin, dan mudahan kader PDIP kembali merebut kepemimpinan di Kabupaten Merangin. Saya minta doanya seluruh masyarakat Merangin, ungkap Khafied.

Saya mendaftar sebagai nomor satu, dan ini juga menjadi kebanggaan ada kader yang ingin maju. Berjuang memenangkan pilkada. Semoga tuhan meridhoi, katanya.

Namun disisi lain beberapa masyarakat menganggap keduanya akan kembali perdampingan dipilkada 2018 mendatang, dimana saat ini masyarakat menilai keakraban keduanya masih terjalin dan ini  dinilai akan berefek pada Pilkada 2018 Mendatang.

Tak ada yang tak mungkin dalam politik, tergantung mekanisme. Sekarang saya mencalonkan sebagai nomor satu, tandasnya.

Prediksi Tiga Nama

Sementara itu, pengamat politik Jafar Ahmad minilai ada tiga nama yang potensial untuk maju di Pilkada Merangin. Ketiganya adalah Nalim, Al Haris dan Syukur yang memilki peluang paling besar menjadi bakal calon Bupati.

Kalau melihat peta hari ini, ada tiga nam yang mungkin bertarung dan maju sebagai calon Bupati. Ada Nalim, Al Haris dan Syukur, katanya.

Sedangkan Fauzi Ansori, Khafied Moein, Salam dan beberapa nam lain menjadi backup untuk didorong maju sebagai Wakil Bupati. Alasanya kekuatan Nalim, Alharis dan Syukur masih cukup besar.  Kekuatan ketiganya cukup diperhitungkan, yang lain hanya memungkinkan jadi wakil,  katanya.

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan peta bisa berubah. Misalnya, dukungan Parpol ataupun dampak akibat faktor lain.

Bagaimana dengan basis Al Haris dan Fauzi Ansori? Keduanya akan berebut dukungan dari  karena maju dari basis yang sama. Kontong suara kedunya tetap  terganggu meski salah satu diantaranya tidak maju sebagai calon Bupati.

Suara Haris pasti akan terganggu,  meski Fauzi tidak maju. Bisa jadi juga calon lain bisa masuk, tapi itu tergatung kegigihan tim, ungkapnya.    

Bagaimana dengan dukungan Jawa? Jafar menjelaskan Khafied Moein yang merupakan figure Jawa sejauh ini dinilainya belum bisa menajadi tokoh sentral. Artinya, suara Jawa akan terbuka dengan kandidat lain sejauh bisa dikelola dengan baik.       

Apalagi masyarakat Jawa tidak tidak pernah mendapat ancaman dari kelompok lain. Belum lagi orang Jawa juga bisa melebur, sebagian dari mereka juga dapat peran dan dekat dengan kekuasaan, pungkasnya.(amn/aiz)

 


Berita Terkait



add images