JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Status Siaga Karhutla telah ditetapkan oleh Gubernur Jambi, H. Zumi Zola Zulkifli beberapa waktu lalu. Saat ini, di Jambi tecatat ada puluhan hektar hutan dan lahan yang telah tebakar.
Bahkan hingga Juni 2017, telah terpantau sebanyak 30 hot spot atau titik api disejumlah daerah di Jambi. Hal ini dikatakan Kasi Pengendalian Kebakaran hutan dan lahan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Doni Osmond.
Dikatakanya, secara bervaraitif, selama 6 bulan terakhir titik panas terus terpantau setiap bulanya. Namun ketika petugas mendatangi titik panas yang terlihat disatelit, loksi tersebut telah kosong. Kebanyakan lokasi yang terbakat tersebut merupakan lahan yang baru dibuka, akunya.
Dijelaskanya, untuk Januari 2017, terpantau ada 12 titik api. Jumlah ini tersebar di tanjung Jabung Barat 2 titik, Batanghari 2 titik, setelah itu ada 4 titik di Kabupaten Bungo, 1 titik terpantau di Merangain dan Kerinci sebanyak 2 titik api.
Kemudian pada Februari, satelit menunjukan ada 5 titik panas yang tersebar di Kabupaten Tebo 4 titik dan Bungo 1 titik panas. Kemudian pada bulan Maret, terdeteksi 4 titik dengan rincian, 2 dikabupaten Kerinci, 1 titik di Bungo, dan 1 titik lagi di Kabupaten merangin.
Untuk bulan April, titik panas hanya terpantau 2 titik masing-masing terdapat di Tebo dan merangin, kemudian pada bulan Mei, ada 4 titik panas ter[antau di Kabupaten tebo. Dan pada bulan Juni, 1 titik terpantua di Kabupaten Merangin l, 1 titikk di Sarolangun dan Kabupaten Tebo.
Dari keseluruhan titik api, luas lahan yang terbakar sekitar 21 hektar, 19 hektar berada di Kabupaten Batanghari dan 2 hektar berada di Kabupaten Tebo, pungkasnya. (nur)
