iklan Petani di Jalan Baru, Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi menggarap lahan, mulai kembali bertanam padi kemarin (6/7).
Petani di Jalan Baru, Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi menggarap lahan, mulai kembali bertanam padi kemarin (6/7).

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Provinsi Jambi saat ini tengah berada pada musim kemarau. Namun curah hujan tetap ada karena gangguan cuaca. Bahkan curah hujan yang tinggi di awal tahun 2017 menyebabkan beberapa kali banjir di Kota Jambi.

Dampaknya, para petani di Kota Jambi mengalami 3 kali gagal tanam padi. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Damiri, mengatakan,hal ini membuat lahan pertanian tergenang, sehingga para petani beberpa kali mengalami gagal tanam.

"Sudah tiga kali gagal tanam, tapi awal Juli ini kami sedang mengupayakan tanam kembali," kata Damiri Kamis (6/7).

Ia mengatakan, memasuki minggu pertama Juli ini, luas lahan yang sudah ditanam padi seluas 50 hektare. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Pelayangan, Danau Teluk, dan Telanaipura.

"Sedang kita upayakan yang gagal agar bisa di tanam kembali. Tapi kondisi saat ini masih hujan," katanya.

Ditambahkan Damiri, akibat dari banjir beberapa waktu lalu, sebanyak 700 hektare lahan yang sudah di tanami terendam. Hal itu membuat tanaman padi menjadi kerdil dan rusak. Akibatnya, petani merugi hingga ratusan juta.

"Kalau di total kerugian mencapai Rp700 jutaan," pungkasnya. (hfz)


Berita Terkait



add images