iklan Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH).
Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH).

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Dihat dari indikator penambahan kursi (Kuota) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2017 tidak mengalami kemajuan.

Penilaian disampaikan Sutan Adil Hendra (SAH) dalam safari reses DPR nya di provinsi Jambi (18/5) beberapa waktu lalu.

Menurut pimpinan komisi X DPR RI itu dari jumlah kursi mahasiswa yang diterima, SBMPTN atau sejenisnya tahun 2017 tidak mengalami kemajuan bahkan kemunduran dari tahun sebelumnya.

" Secara nasional kuota penerimaan mahasiswa baru berkurang 10 persen dari tahun 2016 kemarin."

Kondisi ini merupakan bentuk makin berkurangnya apresiasi pemerintah pada perluasan kesempatan belajar.

Untuk itu SAH mengatakan pihaknya mempertanyakan kebijakan ini yang beralasan sebagai bentuk pengawasan mutu mahasiswa yang masuk lewat saringan SNMPTN atau jalur undangan.

" Pengurangan kuota ini beralasan pada upaya tentang bagaimana capaian belajar mahasiswa di perguruan tinggi bisa optimal."

Karena berdasarkan informasi banyak mahasiswa undangan yang terjaring proses SNMPTN indeks prestasi kumulatifnya tertinggal jauh dari mahasiswa dari jalur lain seperti jalur SBMPTN ataupun mandiri, jelasnya.

Melihat alasan pemerintah tersebut SAH meminta ada peningkatan kuota penerimaan mahasiswa baru di PTN se Indonesia.

" Di luar negeri seperti Philipina kuota mahasiswa jalur undangan dari tahun ke tahun bisa meningkat tiap tahun karena pemerintah mengintervensi pembiayaan secara penuh.."

Sehingga Infut yang masuk di perguruan tinggi mereka bisa lebih berkualitas dan prosesnya tetap mengacu pada evaluasi belajar yang ketat di tiap tahunnya.

Jangan kita terus memperkecil jalur undangan untuk masuk PTN dan memperbanyak jalur mandiri dengan alasan income bagi kampus, tandasnya.(*/wan)


Berita Terkait



add images