iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Terkait dengan dugaan pungutan liar yang terjadi ketika pelaksanaan Ujian Nasional (UN), di Jambi. Kini seluruh instansi yang merupakan pihak yang berwajib dalam permasalahn ini, mulai menyoroti SMAN 6 Kota jambi, dimana isu dugaan pungutan liar dalam pelaksanaan UN mulai berhembus.

Seperti yang beredar, isu pungutan liar ini dilakukan oleh pihak sekolah, dan digunakan sebagai dana pembelian server yang digunakan untuk pelaksanaan UNBK. Pungutan yang dilakukan sekolah tersebut sebesar Rp 200 ribu per siswa yang menjadi peserta UNBK.

BACA JUGA : Terkait Dugaan Pungli di SMAN 6 Kota Jambi, Pemprov Jambi Turunkan Tim Pemeriksaan

Kepala SMAN 6 Kota Jambi, Khairil Amri mengatakan, memang benar adanya bahwa server untuk pelakasanaan UNBK di sekolah yang ia pimpin hasil iuaran para orang tua siswa. Hal tersebut kata Amri, karena sebelum memastikan pelaksanaan UN di SMAN6 pihaknya bersama orang tua siswa melakukan rapat.

Kata, Khairil Amri, dari rapat tersebutlah disampaikan kepada para orang tua siswa apakah SMAN 6 ini mau melaksanakan UNBK atau UNKP. Kami menjelaskan kalan UNBK kendalanya adalah server, Katanya.

Namun, mendengar kendala tersebut, kata Khairil Amri para orang tua siswa malah menyambut baik bahwa ingin pelaksaan UN di SMAN 6 dilakukan dengan system computer.

Kita juga jelaskan untuk beli server dengan danan BOS tidak ada petunjuk. Jadi orang tua siswa tersebut sepakat membetuk panitia untuk iyuran. Itu kesepakatan mereka. Ada 5 orang tua siswa jadi koordinatornya, pungkasnya. (nur)


Berita Terkait



add images